Breaking News
Home / Aceh / Ketua Persit Sosialisasi Disiplinkan Anak Tanpa Marah
WOL Photo/chairul sya'ban
WOL Photo/chairul sya'ban

Ketua Persit Sosialisasi Disiplinkan Anak Tanpa Marah

LHOKSEUMAWE,WOL – Para isteri tentara atau yang dikenal ibu persit diberi penyuluhan bagaimana mendidik anak dengan baik. Penyuluhan diberikan lewat sosialisasi Psikologi dari Dispsiad dengan tema “Mendisiplinkan Anak Tanpa Marah” yang berlangsung di gedung KNPI di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (17/05).

Ketua Persit KCK Koorcab Korem 011/Lilawangsa PD Iskandar Muda, Ny. Agus Firman Yusmono, mengatakan tujuan diadakannya kegiatan seperti ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada para ibu Persit tentang bagaimana cara mendidik dan mendisiplinkan anak dengan baik dan tanpa adanya kekerasan terhadap anak.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan sebuah program yang direncanakan dari Dispsiad (Dinas Psikologi Angkatan Darat) untuk memberikan penyuluhaan kepada satuan jajaran Kodam IM termasuk Korem 011/Lilawangsa tentang bagaimana mendisiplinkan anak tanpa dengan adanya marah ataupun kekerasan,” ujar Ny. Agus Firman Yusmono.

Peranan Ibu dalam pendidikan anak, menurutnya memiliki pengaruh yang sangat penting terutama pada awal masa balita dan masa berkembangnya suatu anak. Keberhasilan pendidikan anak juga sangat ditentukan oleh sentuhan tangan ibu meskipun keikutsertaan ayah tidak dapat diabaikan.

“Perkembangan dan pembentukan pribadi anak serta menjadi wadah awal tempat bimbingan dan latihan anak dalam kehidupan mereka. Hal ini sangat penting karena di era saat ini masih sangat banyak yang salah dalam mendidik anak sehingga anak – anak kita menjadi bandel bahkan tidak mau nurut dengan kata orang tua,” tambahnya.

Sementara dalam materi Mendisiplinkan Anak Tanpa Marah yang disampaikan PNS IV/a Indah Swaraswati, S. Psi, M. Psi, bahwa anak diibaratkan seperti kertas kosong maka dari itu bagaimana cara membuat kertas kosong itu menjadi indah, baik dan tertata. Pribadi anak terbentuk berdasarkan lingkunganya dan salah satunya adalah dari orang tua.

“Disiplin pada anak itu penting karena pola asuh itu terbentuk dari 5 tahun awal yang merupakan pemahaman dari pola asuh ibu, dan sesuai dengan teori 0 – 5 tahun adalah masa perkembangan dan apabila anak tidak bisa melalui fasenya dan fase itu tidak  bisa dilewati pada saat nanti usia 17 tahun perilaku itu akan muncul,” tuturnya.

Dalam acara yang diikuti 250 ibu persit itu, turut mengajukan beberapa pertanyaan dalam sesi tanya jawab kepada Ketua Tim Dispsiad, Letkol Caj (K) Drs. Tuti Rustati. Para ibu persit menanyakan tentang perilaku dan sikap anak – anaknya, dan pertanyaan tersebut merupakan bagian dari penyuluhan itu serndiri.

Sosialisasi ini turut dihadiri Pembina Harian Persit KCK Rem 011, Letkol Inf M. Zainal Abidin Rambe, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 011 berserta pengurus, Ketua Persit KCK sejajaran koorcab Rem 011,Ketua Ranting dan Anak Ranting Koorcab Rem 011, pengurus IKKT, pengurus PIA dan pengurus Lanal.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Istimewa

MUI: Penolakan Ustad Somad Dipicu Kesalahpahaman

JAKARTA, WOL – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan insiden penolakan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.