Breaking News
Home / Aceh / Kepala BNPB Minta Pendataan Pembangunan Pasca Gempa Pidie Jaya
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei. (WOL Photo)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei. (WOL Photo)

Kepala BNPB Minta Pendataan Pembangunan Pasca Gempa Pidie Jaya

MEUREUDU, WOL – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei, meminta agar pendataan rehabilitasi dan rekontruksi pembangunan pasca gempa Pidie Jaya harus diselesaikan bulan Agustus ini. Saat ini kata dia, masih ada yang belum terdata.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan saat dirinya melakukan kunjungan kerja dalam rangka pemantauan pelaksanaan rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa Pidie Jaya, yang berlangsung di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Aceh, Selasa (15/8).

Masalah pendataan saat ini yang belum selesai kata dia adalah pendataan pemukiman. “Semua sudah kita susun target yang harus kita selesaikan, sekolah-sekolah harus selesai tahun 2017, pemukiman harus selesai di 2017. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mendirikan tim pendampingan tekhnis untuk membantu kepala daerah disini, sehingga pelaksanaan Rehab rekon berjalan sesuai dengan rencana,” kata Willem.

Disebutkan, Presiden RI, Jokowi, juga telah perintahkan langsung bahwa pendataan rehab rekon ini harus dilakukan secepatnya. Selain itu, ada beberapa bidang yang harus selesai di tahun 2017 dan ada juga yang kerusakan-kerusakan massif yang besar tidak mungkin dilakukan secara tuntas di tahun 2017 karena mekanismenya itu harus melalui lelang dan sebagainya.

“Contoh, Mesjid At Taqarrub tidak mungkin di selesaikan dalam waktu lima hingga enam bulan pembangunannya, jadi sesuai rencana bahwa mesjid At Taqarrub harus selesai tahun depan sebelum bulan puasa sehingga masyarakat nantinya bisa menggunakan mesjid itu  untuk ibadah,” ujar Purnawiran Bintang Dua itu.

Disebutkan lagi, perlu diketahui bahwa bencana yang terjadi di Pidie Jaya ini cukup massif. Dimana 112 orang meninggal dunia dan ribuan rumah rusak, belum lagi insfrastruktur.

“Jadi kalau kita berbicara rehab rekon maka ada lima sektor, yaitu di dalam pemukiman yang menjadi prioritas kita, lalu infrastruktur, masalah ekonomi, sosial, dan lintas sektor, nah inilah yang kita kerjakan,” tukasnya.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto : istimewa

BNN Amankan 133 Kg Sabu dan 42.500 Ekstasi di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, WOL – Setelah berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah 40 Kg sabu oleh Badan Narkotika Nasional ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.