Home / Aceh / Kemiskinan Aceh Utara Melebihi Angka 17 Persen Dari Jumlah Penduduk
WOL Photo/chairul sya'ban

Kemiskinan Aceh Utara Melebihi Angka 17 Persen Dari Jumlah Penduduk

LHOKSUKON, WOL – Kemiskinan memang benar masih menjadi salah satu persoalan sosial yang cukup tinggi. Hal ini dibenarkan Bupati Aceh Utara melalui Sekdanya, Abdul Aziz. Kemiskinan di Aceh Utara kata dia melebihi angka 17 persen dari jumlah penduduk.

“Hingga saat ini Aceh Utara masih menyimpan angka persoalan sosial yang cukup tinggi, salah satunya adalah persoalan kemiskinan yang angkanya melebihi angka 17 persen dari jumlah penduduk,” ujar Abdul Aziz yang ditulis Waspada Online, Jumat (5/5).

Berbagai persoalan lain juga masih mendera seperti anak-anak terlantar, jompo terlantar, gizi buruk, anak putus sekolah, keluarga rawan ekonomi, penyandang cacat, pengemis, para korban penyalahgunaan narkoba juga bencana alam. Sebagian besar persoalan tersebut menurut Abdul Aziz umumnya bermula dari masalah kemiskinan.

Oleh karena itu, pihaknya yakin jika semua pihak saling berbagi waktu dan pikiran untuk sama-sama mencari terobosan-terobosan pembangunan, maka persoalan kemiskinan tersebut perlahan dapat di minimalisir. Apalagi saat ini pemerintah telah mengucurkan dana desa yang nilainya cukup besar ke desa-desa.

“Saya yakin jika dana desa ini dimanfaatkan seutuhnya untuk mengangkat derajat kehidupan masyarakat, maka dalam beberapa tahun ke depan Aceh Utara ini akan bebas dari angka kemiskinan,” tambahnya kembali.

Hal semacam ini sebelumnya telah ia sampaikan lewat sambutannya usai melantik sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Aceh Utara (FPAU) di aula Setdakab Aceh Utara, Selasa (2/5).

Untuk itu dia mengajak kepada pemuda ikut terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan dana desa, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Aceh Utara.

“Semangat untuk melakukan perbaikan juga selalu lebih menggelora dibandingkan komponen masyarakat lainnya. Kami berharap agar pemuda yang tergabung dalam FPAU ini dapat memainkan peran penting dalam pemberdayaan masyarakat khususnya para generasi muda, sebab kebangkitan umat juga membutuhkan sektor ekonomi sebagai pendukung kemapanan spiritual,” tukas Abdul Aziz. (wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Inilah Materi Disampaikan Kemendagri Saat Bimtek Geuchik di Jatim

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Sejumlah geuchik (kepala desa) dari Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Matangkuli, Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: