Breaking News
Home / Aceh / Jalan Ini Terancam Diblokir Warga
WOL Photo/Chairul Sya'ban

Jalan Ini Terancam Diblokir Warga

LHOKSUKON, WOL – Salah satu titik kerusakan jalan di jalan utama menuju Pusat Perkantoran Pemerintahan Aceh Utara kondisinya semakin parah. Warga secara tegas akan memblokir jalan yang dimaksud jika pemerintah setempat tidak segera memperbaikinya.

Jalan ini tepatnya terletak di Landing Desa Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, juga menghubungkan ke beberapa Kecamatan lainnya yang notabenenya jalan tersebut merupakan akses yang dibangun pihak Mobil Oil/ExxonMobil Oil yang sekarang berganti pada PT. Pertamina Hulu Energi (PHE).

Kondisi jalan yang begitu parah kini menyerupai kolam pemancingan ikan pasca diguyur hujan lebat. Geuchik (Kepala Desa) setempat, Ibnu Azwan, Selasa (2/1), menyebutkan jalan tersebut bukan hanya dilintasi oleh masyarakat, akan tetapi sejumlah pejabat dinas yang berkantor di Pusat Pemerintahan itu juga keluar masuk dari jalan tersebut. Maka untuk itu diharapkan, Pemerintah harus peduli dengan rusaknya jalan tersebut.

Ia berharap kepada Pemerintah juga harus mengutamakan amdal atau dampak terhadap lingkungan sebelum melakukan pembangunan. Terkait kerusakan jalan tersebut, dikarenakan selama ini jalan dimaksud juga kerap dilintasi truk material untuk pembangunan Kantor Bupati dan DPRK yang hingga kini proses pembangunannya masih berjalan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara, Fakhrurradhi, meminta masyarakat untuk bersabar. Itu disampaikan secara langsung di lokasi kerusakan jalan yang terancam diblokir warga. Pihaknya mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk menanyakan status jalan tersebut apakah milik ExxonMobil atau Pemerintah Aceh Utara.

Menurutnya, apabila jalan itu belum diserahkan kepada Pemerintah tentunya Pemerintah Aceh Utara tidak bisa berbuat apa-apa. “Persoalan ini, Pemerintah dalam mengeluarkan anggaran harus jelas. Maka kita akan koordinasikan dulu dengan ExxonMobil dan pihak terkait,”ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya sendiri akan koordinasi masalah ini ke Pihak Dinas Cipta Karya setempat yang berkantor di Landing (Kawasan Kerusakan Jalan, red) agar menegur pihak rekanan untuk menimbun jalan rusak tersebut.

Soal Amdal, Sekdis Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Nuraina, mengatakan persoalan amdal jelas telah diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Dalam aturan jelas, kita tidak memandang “urat bulu” siapa dia dan siapa yang ada di belakang dia. Namun yang kita lihat hari ini siapa yang berbuat atau siapa yang bekerja itulah yang harus bertanggungjawab,” katanya.

Menyikapi masalah jalan, lanjut Nuraina, secara lahiriyah jalan ini rusak akibat faktor alam. Kemudian diperparah karena angkutan material pembangunan perkantoran di Landing. Namun, ia meminta kepada masyarakat jangan menyalahkan pemerintah, tetapi yang disalahkan adalah tanggungjawab amdalnya.

“Maka dari itu, LHK selaku bahagian dari pemerintah bertanggungjawab untuk menegur pemrakarsanya dan kontraktor untuk mengelola amdal sesuai yang diamanahkan UU. Namun, jika teguran ini diabaikan, pihaknya akan menyurati dinas terkait melakukan penundaan izin terhadap pembangunan ini,” terang Nuraina.

Sementara itu saat ditanya kembali oleh Waspada Online terkait rencana pemblokiran, Ibnu Azwan mewakili warganya, menyebutkan pihaknya memberikan waktu hingga Kamis lusa. Sebelumnya jika Pemerintah setempat tidak merespone dalam waktu 24 jam terhitung sejak siang tadi, maka pemblokiran akan terjadi esok hari.

“Setelah ibu Sekdis menanggapinya dengan serius dan beliau juga memohon untuk memberikan sedikit peluang waktu berfikir bagi pihak terkait dan menunda jadwal pemblokiran oleh masyarakat sekitar Landing. Kita beri waktu sampai Kamis, jika tidak ada maka hari Jum’at akan di blokir biar rame sekalian. Kita juga sudah memberi pengertian kepada masyarakat pengguna akses jalan tersebut,” tukas Ibnu. (wol/chai)

Editor: Ridin

Check Also

Lintas Medan – Aceh, Pertamina Terapkan Jalur Distribusi Alternatif

MEDAN, Waspada.co.id – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menerapkan jalur distribusi alternatif sehubungan dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: