Home / Aceh / Jaksa Sita Barang-Bukti Kasus Dugaan Korupsi Bansos
foto: WOL Photo

Jaksa Sita Barang-Bukti Kasus Dugaan Korupsi Bansos

IDI,WOL – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Timur, Muhammad Ali Akbar MH, menegaskan kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) untuk Program Pengembangan Kedelai Pola Non Kawasan yang didanai APBN Tahun 2015 di Kabupaten Aceh Timur, masih dalam proses penyidikan.

“Sejak keluar surat perintah penyidikan, 14 Juni 2017 hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 59 saksi, menyita 75 item dokumen penting serta menyita barang-bukti uang yang hampir mencapai setengah miliar. Total uang yang kita sita Rp476.000.000,” kata Ali Akbar kepada Waspada Online di Idi, Rabu (1/11).

Bukti-bukti tersebut, sambung Ali, akan dipergunakan sebagai bahan perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

“Kita telah menyurati BPKP Perwakilan Aceh, lewat surat resmi Nomor: B-2115/N.1.21/Fd.1/10/2017 tanggal 16 Oktober 2017, meminta bantuan Tindakan Penghitungan Kerugian Keuangan Negara. Ini sedang menunggu jadwal gelar perkara di BPKP Perwakilan Aceh,” sebut Ali.

Gelar perkara di BPKP Perwakilan Aceh, lanjutnya, bertujuan menentukan dilakukan penghitungan kerugian keuangan negara atau tidak sekaligus memastikan langkah hukum lebih lanjut untuk proses penyidikan dugaan korupsi Bansos untuk Program Pengembangan Kedelai Pola Non Kawasan yang didanai APBN Tahun 2015 di Kabupaten Aceh Timur.

“Penetapan tersangka akan dilakukan setelah keluar hasil audit Kerugian Keuangan Negara atau setidak-tidaknya setelah adanya hasil gelar perkara yang menyatakan bahwa auditor dapat melakukan penghitungan kerugian keuangan negara,” ujarnya.

Sama seperti kasus korupsi lainnya, Tim Penyidik dari Kejari Aceh Timur menangani perkara secara serius sesuai prosedur. Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur atau Jaksa Penyidik pada Kejari Aceh Timur tidak pernah menjanjikan sesuatu atau berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dalam perkara ini untuk penghentian penyidikan.

“Jika ada oknum yang mengatasnamakan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur atau Jaksa Penyidik pada Kejari Aceh Timur, meminta uang, barang, janji atau bentuk lain dengan maksud mengamankan yang bersangkutan dalam perkara ini, segera lapor kepada kami atau aparat penegak hukum lainnya, supaya bisa diproses sesuai hukum berlaku,” imbau Kajari.(wol/aa/ms/data1)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Bupati Bener Meriah Bantah Beri Suap ke Gubernur

JAKARTA, Waspada.co.id – Bupati Bener Meriah Ahmadi mengakui dirinya bertemu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melalui ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: