Home / Aceh / IPSM Beberkan Beberapa Persoalan di Pirak Timu
Ketua IPSM Aceh Utara, Mukhtaruddin S. Pd. (WOL Photo/Chairul Sya'ban)

IPSM Beberkan Beberapa Persoalan di Pirak Timu

LHOKSUKON,WOL – Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Aceh Utara beberkan adanya beberapa persoalan di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Selaku Ketua IPSM Aceh Utara, Mukhtaruddin S.Pd, pihaknya ‘urut dada’ melihat persoalan tersebut. Hal ini menjawab Waspada Online usai memimpin Musyawarah pemilihan IPSM Pirak Timu, Selasa (30/01).

“Kami sangat urut dada karena Kecamatan Pirak Timu adalah termasuk Kecamatan yang tertinggal di Kabupaten Aceh Utara ini dari 27 Kecamatan. Padahal, Kecamatan Pirak Timu ini adalah basis perjuangan Pahlawan Wanita Nasional yaitu Cut Nyak Meutia. Jadi sampai hari ini belum ada keseriusan pihak semua tingkatan demi membangun Pirak Timu,” ujar Mukhtaruddin.

Dalam hal ini diakuinya bahwa IPSM Aceh Utara terus bersinergi bersama Pemerintah Daerah setempat guna mendukung program-program Pemerintah, terutama dalam hal meningkatkan mutu SDM di Pirak Timu khususnya. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian IPSM disebutkan, masih adanya areal persawahan yang mengandalkan sawah tadah hujan, jalan rusak, dan rumah tidak layak huni.

“Dengan terbentuknya IPSM yang sudah ada di Kecamatan-Kecamatan, diharapkan mampu bekerjasama dengan pihak terkait. IPSM terus bersinergi membantu Pemerintah Daerah khususnya mengumpulkan database di tingkat Desa hingga Kecamatan bahkan Kabupaten, untuk selanjutnya bisa ditangani Kabupaten,” ujarnya berharap.

Menanggapi hal tersebut, Reporter Waspada Online menghubungi Camat Pirak Timu, Ismuhar S. STP. Pihaknya membenarkan beberapa persoalan yang dibeberkan IPSM Aceh Utara. Untuk banjir, mantan Sekcam Cot Girek dan Tanah Luas ini menyebut bahwa Pirak Timu setiap tahunnya memang langganan banjir. Untuk sawah, seluas 1.500 Hektare masih sawah tadah hujan, dan rumah tidak layak huni masih ada di beberapa desa.

“Sejumlah 1.500 Hektare areal persawahan berdasarkan data BPS tahun 2016, masih menggunakan sistem tadah hujan. Andai kata irigasinya terbangun, otomatis akan lebih meningkatkan perekonomian masyarakat karena di Pirak Timu ini dominannya Petani,” ujar Ismuhar menjawab Waspada Online, Senin (05/02).

Terkait rencana pembangunan irigasi, kata Ismuhar, dalam APBK belum tertampung di tahun 2018. Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib atau Cek Mad sebutnya telah mengusulkan kepada pihak Provinsi khususnya kepada Gubernur Aceh agar melakukan pembebasan lahan untuk pengembangan jaringan irigasi.

“Persoalan mulai dari sawah tadah hujan, rumah tidak layak huni, dan bencana banjir, menjadi ‘PR’ besar bagi Pemerintah Daerah Aceh Utara. Untuk rumah tidak layak huni masih terdapat di beberapa desa, namun mulai terbangun sebagaimana Perbup untuk setiap desa minimal dua unit rumah dari dana desa,” jelasnya.

Pihaknya mencatat, sejumlah 18 Desa dari 23 Desa di Kecamatan Pirak Timu setiap tahunnya dilanda banjir kiriman akibat hujan yang mengguyur lebat di dataran tinggi Gayo kawasan pegunungan Kabupaten Bener Meriah. Beberapa sungai yang kerap meluap yaitu Sungai Pirak, Sungai Pante, Sungai Kreuto, dan Sungai Peutoe. Dari empat aliran sungai ini, kiri kananya belum ada tanggul disepanjang sungai.

Dalam hal ini pula, IPSM diharapkan terus mampu bersinergi dengan Muspika khususnya mulai dari tingkat dusun dan Geuchik maupun desa dalam menangani persoalan-persoalan yang ada terutama peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. “Kita berharap IPSM terus bersinergi dengan Muspika, kami pun dari Muspika tetap menggandeng IPSM,” tukas Ismuhar berharap.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Banjir Rob Terjang Pemukiman Warga di Kecamatan Seuneuddon

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Banjir rob yang disebabkan pasang purnama terjadi di Desa Matang Puntong dan Lhok ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: