Home / Aceh / Inilah Materi Disampaikan Kemendagri Saat Bimtek Geuchik di Jatim
WOL Photo

Inilah Materi Disampaikan Kemendagri Saat Bimtek Geuchik di Jatim

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Sejumlah geuchik (kepala desa) dari Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, pada Minggu lalu (02/09) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di salah satu hotel berbintang bertaraf internasional di Batu Malang, Jawa Timur, yang dibuka oleh lembaga Studi Implementasi Akuntabilitas Publik (SIAP) mulai 03 – 5 September 2018.

Informasi yang dihimpun Waspada Online dari Panitia Bimtek, Bimbingan yang diberikan kepada para geuchik ini dalam rangka ‘’Peningkatan Kinerja Aparatur Desa Dalam Pembangunan Desa dan Audit Dana Desa’’ yang menghadirkan pemateri dari Kementerian Dalam Negeri yakni Lukman Nul Hakim, Dr Lilik Purwanti dari Universitas Brawijaya, dan Erry Diantoro dari Satgas Desa Kementerian Desa.

Adapun materi yang disampaikan menurut informasi yang diterima Waspada Online dari Panitia diantaranya Manajemen Aset Milik Desa, Pertanggungjawaban Dana Desa dan Audit Dana Desa, Manajemen Badan Usaha Milik Desa Yang Produktif. Terakhir, mengikuti Orientasi Lapangan ke Kampung 3 G atau yang disebut singkatan dari Gintung Go Green.

Pemateri yang didatangkan dari Kementerian Dalam Negeri yakni Lukman Nul Hakim, turut menyampaikan materinya mengenai Kebijakan Pemerintah Dalam Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemerintah Desa, sebagaimana materi yang dikirimkan Humas Lembaga SIAP, Rusgianto, kepada Waspada Online, Rabu (12/09).

Dalam materi pada lembaran ketiga, disebutkan bahwa amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 menjelaskan, kekayaan milik Pemerintah dan Pemerintah Daerah berskala lokal Desa yang ada di Desa dapat dihibahkan kepemilikannya kepada desa Pasal 76 Ayat 3. Kemudian, kekayaan milik Desa yang telah diambil alih oleh Pemda Kabupaten/Kota dikembalikan kepada Desa kecuali yang sudah digunakan untuk fasilitas umum Pasal 76 Ayat 5.

Sementara itu pada lembaran ke 10 dijelaskan tentang pengelola aset desa, yang bahwa Kepala Desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan aset desa berwenang dan bertanggungjawab atas pengelolaan aset desa yang diantaranya menetapkan kebijakan pengelolaan aset desa, menetapkan pembantu pengelola dan petugas/pengurus aset desa, menetapkan penggunaan pemanfaatan atau pemindahtanganan aset desa, dan menetapkan kebijakan pengamanan aset desa.

Materi lain turut disampaikan mengenai Pengelolaan Keuangan Desa sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018. Pada lembaran ke 37 dalam materi tersebut menjelaskan, Kepala Desa menugaskan Kaur dan Kasi Pelaksana kegiatan anggaran sesuai tugasnya menyusun DPA paling lama tiga hari kerja setelah Peraturan Desa tentang APB Desa dan Peraturan Kepala Desa tentang Penjabaran APB Desa.

Sementara itu Koordinator Lapangan Lembaga SIAP, Silvia Evi, kepada Waspada Online menyebutkan pihaknya sudah memberangkatkan sejumlah Geuchik asal Kecamatan Lhoksukon, Kecamatan Langkahan, dan Kecamatan Muara Batu ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti Bimtek yang sama.

Namun, pasca terjadinya gempa di Lombok, lokasi Bimtek dialihkan ke Malang, Jawa Timur untuk sejumlah 52 Geuchik dari Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Matangkuli. Sementara untuk lanjutan dijadwalkan akan diikuti oleh Operator dan Bendahara dari Cot Girek dan Matangkuli ke Batam, Kepulauan Riau.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Masyarakat Ributi Soal Jalan Lhoksukon – Cot Girek

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: