Home / Aceh / Ini Sebabnya Museum Kerajaan Islam Samudera Pasai Belum Difungsikan
WOL Photo/Chairul sya'ban

Ini Sebabnya Museum Kerajaan Islam Samudera Pasai Belum Difungsikan

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Museum kerajaan Islam Samudera Pasai yang terletak di Desa Beringin, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara hingga kini belum dapat difungsikan. Namun beberapa pegunjung mulai terlihat mengunjungi lokasi penyimpan situs sejarah kerajaan Pasai tersebut.

Museum yang berdiri kokoh ini dibangun pada tahun 2011 dari anggaran Otonomi Khusus senilai Rp7,5 Milyar lebih di atas lahan seluas lima ratus meter. Pintu masuk untuk ke gedung itupun kini tampak digembok bahkan beberapa besi pagar pada halaman gedung mulai rusak.

Ditemui di ruang kerjanya, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara, Ir. Nurliana NA, mengatakan salah satu faktornya adalah akses jalan menuju Museum belum dibangun.

Pihaknya berjanji suata hari nanti akan segera membuka museum tersebut agar pengunjung dapat melihat-lihat benda-benda peninggalan kerajaan Islam Samudera Pasai, namun setelah akses menuju Museum dibangun.

“Suatu hari nanti saya akan buka memfungsikan museum itu. Untuk saat ini belum dapat difungsikan karena belum ada jalan layak untuk masuk ke bangunan museum itu, karena selama ini kita hanya menggunakan jalan desa untuk sementara,” ujar Nurliana menjawab Waspada Online, Senin (28/05).

Usulan untuk membangun jalan tersebut kata Nurliana membutuhkan anggaran senilai Rp 8,6 milyar dan sudah diajukan kepada Gubernur Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. “Sewaktu Kunjungan Kerja pak Gubernur ke lokasi itu kita sudah usulkan pada 15 Februari lalu,” ujarnya lagi.

Sementara ditanya soal kerusakan beberapa insfrastruktur pada museum, Nurliana menyebutkan terjadi kerusakan akibat angin kencang yang mengenai bagian gipsum yang ada pada platfom depan.

Sedangkan kerusakan pada pagar diakibatkan adanya pengunjung yang menerobos pagar masuk untuk Prewedding.

Terdapat beberapa benda peninggalan Kerajaan Islam Samudera Pasai yang dipajang di dalam museum tersebut diantaranya Manuskrip sejumlah 40-an, tiga buah replika batu nisan, Pilar Pasai, alat gerabah mulai abad 15-19 (China-Eropa), Dirham, dan kuningan peralatan adat Aceh serta masih banyak lagi.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Mobil Navara Plat Jakarta Kecelakaan Tunggal di Aceh Utara

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Mobil Nisan Navara plat Jakarta dengan nomor polisi B 9002 BI mengalami kecelakaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: