Breaking News
Home / Aceh / Ini Imbauan Polda Aceh Soal Informasi Hoax di Medsos
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak (foto: ist)
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak (foto: ist)

Ini Imbauan Polda Aceh Soal Informasi Hoax di Medsos

BANDA ACEH, WOL – Menanggapi maraknya berita hoax yang berdampak pada tindakan provokatif yang beredar di Internet maupun media sosial, Polda Aceh mengimbau kepada masyarakat agar tidak secara bebas menyampaikan informasi sehingga dapat merugikan pihak lain.

Sebagaimana diketahui, hoax merupakan pemberitaan palsu atau usaha menipu bahkan mengelabui pembaca untuk mempercayai sesuatu dengan memiliki maksud dan kepentingan tertentu. Informasi hoax yang beredar di internet, menurut Polda Aceh sudah semakin meresahkan dan membahayakan.

“Mereka (penyebar hoax) pasti punya tujuan, coba kita lihat konten hoax yang dibuat kontennya berisi provokatif untuk menyudutkan pihak lain, dan juga ingin mencari keuntungan materi agar berita hoax yang disebarkan dilihat banyak orang, dilike dan rating webnya meningkat,” ujar Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, Selasa (10/01).

Membuat dan menyebarkan berita bohong, katanya, tidak dibenarkan oleh agama manapun. Apalagi tujuannya untuk mencari keuntungan materi namun caranya tidak benar, maka hasil yang didapatkan tidak ada berkahnya. Selain itu, Goenawan mengatakan seluruh elemen masyarakat juga dapat berperan mengkampanyekan perilaku baik dan etika sopan santun saat berinteraksi di media sosial.

Masyarakat berperan penting menyaring informasi provokatif dan ujaran kebencian yang mudah menyebar melalui media sosial. “Silahkan berinteraksi di medsos, asalkan tetap menjaga etika baik, kalau perlu mengkampanyekan cara beretika di media sosial. Jika menemukan informasi, saring dulu, apakah informasi ini positif atau provokatif, jika provokatif jangan disebarkan,” pungkasnya.

Masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dan cerdas dalam mengunggah dan menyebarkan informasi di media sosial. Polda Aceh berkali-kali mengingatkan hal itu agar masyarakat tidak dipidanakan akibat tak bijak dalam menggunakannya, termasuk menyebarkan informasi hoax di media sosial.

Penyebaran informasi hoax di media sosial yang dapat merugikan pihak-pihak lain akan mendapatkan sanksi hukuman pidana. Menggunakan media sosial dengan bijak dan menjaga etika merupakan suatu perilaku yang diajarkan oleh semua agama, selain untuk meninggalkan hal yang kurang manfaat dan bisa mencegah terjadinya konflik agama dan sosial di masyarakat.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ketua Umum DPD ISKA Sumatera Utara, Hendrik H Sitompul (WOL Photo/M Rizki)

ISKA Ingatkan Pentingnya Spirit Pancasila

MEDAN, WOL – Ketua Umum DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumatera Utara, Hendrik H ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.