Home / Aceh / Ikan Mati Diduga Akibat Limbah, Ini Klarifikasi PKS PTPN I Cot Girek
WOL Photo/chairul sya'ban

Ikan Mati Diduga Akibat Limbah, Ini Klarifikasi PKS PTPN I Cot Girek

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Sejumlah jenis ikan tawar ditemukan mati di Sungai Peutoe yang terletak di Desa persiapan Buket Seulamat, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Warga yang mengetahui matinya ikan itupun nyemplung ke sungai untuk mengambil ikan-ikan tersebut, Jum’at (13/07).

Warga menyebutkan, kematian ikan sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2016 lalu yang diakibatkan tercampurnya air sungai dengan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Perkebunan Nusantara (PT.PN I) Cot Girek.

Namun kali ini, warga tidak dapat memastikan apakah kematian ikan kali ini disebabkan limbah pabrik atau akibat diracun oleh pencari ikan agar bisa mendapatkan ikan jumlah besar. Hal ini sebagaimana disampaikan geuchik (kepala desa) Persiapan Buket Seulamat, Saifuddin.

“Jum’at kemarin warga turun ke sungai untuk mengambil ikan-ikan tersebut yang sebagian mati dan dalam keadaan lemas. Namun kami juga tidak dapat memastikan apakah kematian ikan kali ini akibat limbah PKS Cot Girek atau ada hal lain, seperti diracun. Karena tahun – tahun sebelumnya juga pernah terjadi akibat limbah,” ujar Saifuddin.

Sementara itu Asisten Personalia Umum (APU) atau Humas PKS PTPN I Cot Girek, Abdul Muthaleb, yang ditemui Waspada Online pada Sabtu (14/07), membenarkan jika saat ini sedang terjadi kebocoran limbah pada pipa yang mengaliri ke beberapa penampungan limbah. Namun, pihaknya menyatakan tidak ada kaitannya dengan kematian ikan di sungai Peutoe.

“Tidak ada kaitannya bocornya limbah di penampungan ini dengan kematian ikan di sungai tersebut. Namun adanya kebocoran limbah di tempat kami, bahwa kami telah berupaya dengan cara membendung saluran di sekitar penampungan agar tidak meluas ke lingkungan masyarakat,” ujar Abdul Muthaleb seraya menunjukkan beberapa penampungan limbah pabrik.

Dirinya turut menjelaskan bahwa kebocoran bukan terjadi pada penampungan limbah, melainkan bocor pada pipa yang mengaliri limbah dari pabrik ke tempat penampungan yang lokasinya tak jauh dari Pabrik.

“Begitu tau bahwa ada pipa yang bocor, kami saat itu langsung menanggulanginya. Maka dalam hal ini tidak meluas ke lingkungan masyarakat, jadi kematian ikan tersebut tidak ada kaitannya dengan bocornya limbah disini karena jauh,” jelasnya kembali.

Sementara ditanya limbah yang tersisa pada saluran sekitar pabrik dan penampungan, pihak menyebutkan bahwa itu bukanlah limbah murni melainkan sisa-sisa buih limbah yang sempat mengering kemudian tergenang kembali oleh air hujan.

“Kebocoran limbah ini tidak mengalir kemana-mana dan hanya di seputaran kebun kita ini saja, kami dari pihak Managamen sudah berupaya untuk membendungnya dan hasilnya tidak meluas. Intinya yang masih tergenang di saluran sekitar penampungan itu bukan limbah murni, tapi tergenang akibat air hujan setelah sempat mengering sebelumnya,” tukas Abdul Muthaleb.(wol/chai/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

PKS Bersama Parpol Koalisi Akan Umumkan Pasangan Capres

JAKARTA, Waspada.co.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama mitra koalisinya bakal mengumumkan nama capres-cawapres dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: