Breaking News
Home / Aceh / Geuchik Kirimkan Lampiran Surat Laporan Pemblokiran Proyek Dana Desa 2017
WOL Photo/Chairul sya'ban
WOL Photo/Chairul sya'ban

Geuchik Kirimkan Lampiran Surat Laporan Pemblokiran Proyek Dana Desa 2017

LHOKSUKON, WOL – Geuchik Gampong Paya Bateung, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Muhammad, menyerahkan lampiran surat perihal Pelaporan bernomor 118/2026/PB/2017 kepada Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir Untung Sangaji, tertanggal 30 Oktober 2017. Kepada wartawan, Muhammad membenarkan hal tersebut.

Sebagaimana lampiran surat ditunjukkan kepada Waspada Online, tertulis bahwa sekelompok masyarakat yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat di gampong tersebut pada tanggal 28 Oktober 2017 telah memblokir jalan untuk menghadang truk pengangkut material pembangunan jalan yang dialokasikan dari Dana Desa Tahun 2017.

”Ini merupakan salah satu perbuatan makar yang melanggar aturan hukum, karena pelaku pemblokiran jalan tidak mendukung aturan pemerintah dengan cara menghalangi proses pelaksanaan proyek pembangunan gampong yang telah dialokasikan melalui dana desa,” demikian isi lampiran surat tersebut.

Surat yang dikeluarkan oleh Gampong Paya Bateung melalui Muhammad selaku Geuchik turut ditembuskan kepada Bupati Aceh Utara, Dandim 0103 Aceh Utara, Ketua DPRK Aceh Utara, Ketua BPMPPKB Aceh Utara dan Inspektorat Aceh Utara. Ditemui Waspada Online, baru-baru ini, Muhammad menjelaskan permasalahan di gampong yang sedang ia pimpin saat ini.

Ia menguraikan, persoalan penghadangan itu dipicu persoalan dana desa tahun 2016 yang sebelumnya ia telah jajak pendapat untuk musyawarah demi mencari mufakat.

”Tapi gagal, mari kita cari solusinya. Malah akibat penghadangan itu mengalami kerugian sekitar Rp40 juta karena material dan alat berat yang masuk terpaksa dikembalikan,” urainya.

Di hari yang sama, Camat Baktiya Barat, Edward BA, mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi persoalan tersebut dan mengajukan laporan tertulis.

”Surat secara tertulis sudah saya sampaikan kepada Bupati untuk minta petunjuk termasuk kepada BPMKS,” jelas Edward kepada Waspada Online di ruang kerjanya.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezky Kholiddiansyah, membenarkan pihaknya telah menerima surat lampiran pelaporan penghadangan itu.

”Iya benar bang sudah kami terima suratnya, saat ini sedang kami lakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya,” kata Iptu Rezky kepada Waspada Online, Sabtu (04/11).

Salah seorang masyarakat Paya Bateung, Yuswadi, dikonfirmasi Waspada Online, Senin (06/11) mengatakan masyarakat bukan menolak proyek pembangunan di gampong itu untuk tahun 2017. Masyarakat sangat mendukung untuk dikerjakan dengan syarat tuntaskan persoalan 2016 dan kukuhkan TPK serta bendahara yang telah dipilih oleh geuchik beserta masyarakat.

“Kami bukan memblokir jalan karena di tengah-tengah hadir Kapolsek dan Danramil beserta anggota kalau memang kami buat makar atau hal-hal lain pasti pihak keamanan sudah mengambil tindakan. Bahkan hasil rapat di kecamatan dengan Muspika menyatakan jangan dikerjakan dulu proyek 2017 itu apabila belum ada titik temu antara masyarakat dengan geuchik,” jelas Yuswardi.

Bahkan sekarang, sambungnya, kepercayaan masyarakat kepada geuchik sudah tak ada lagi dan bisa dibuktikan dengan mundurnya seluruh Tuha Peut beserta dusun.

“Bisa dibuktikan dengan tandatangan mosi tidak percaya. Kepada geuchik dan pemerintah, harapan kami selaku masyarakat agar segera turun langsung ke desa kami untuk tau permasalahan sebenarnya. Kami sudah pernah melaporkan hal ini ke Kejaksaan dan Tim Tipikor Polres Aceh Utara,” tukasnya.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Ilham

Tim Jibom dan Jihandak Temukan Benda Mencurigakan di Bundaran Jalan Juanda

MEDAN, WOL – Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimobdasu bersama Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) TNI, mengamankan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.