Home / Aceh / Gema Takbir Tokoh Agama dan Masyarakat Dukung Polres Berantas LGBT dan Narkoba
WOL Photo/Chairul Sya'ban

Gema Takbir Tokoh Agama dan Masyarakat Dukung Polres Berantas LGBT dan Narkoba

LHOKSUKON, WOL – Takbir sekaligus Shalawat, menggema dari ratusan unsur tokoh agama, kepemudaan dan masyarakat yang tergabung dalam beberapa Organisasi sebagai gerakan mendukung Polres Aceh Utara memberantas LGBT dan Narkoba. Rombongan tiba di Polres Aceh Utara jelang sore, Selasa (30/01), dalam konvoi kendaraan yang bergerak dari Mesjid Agung Baiturrahim Lhoksukon.

Dari pantauan Waspada Online, massa dari kalangan tokoh agama, kepemudaan maupun masyarakat sebelumnya berkumpul di Mesjid Agung Baiturrahim Lhoksukon usai Shalat Dzuhur. Mereka bahkan membentangkan spanduk dari beberapa perwakilan yang tergabung dalam Organisasi yang intinya menolak LGBT dan Narkoba serta mendukung secara penuh Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji dalam pemberantasan LGBT dan Narkoba.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sejumlah 12 orang waria yang bekerja sebagai penata rias di beberapa salon kecantikan yang ada di Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (27/01) malam digulung ke Mapolres Aceh Utara. Hal ini dilakukan dalam Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) sebagai upaya mencegah LGBT.

Sejumlah lima tempat salon kecantikan yang ada di dua Kecamatan itupun kini disegel oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Aceh Utara dan Satpol PP & WH. Operasi tersebut dipimpin langsung Kapolres, AKBP Ir. Untung Sangaji didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah, Kabag Ops Kompol Edwin Aldro dan Kasatpol PP/WH Fuad Mukhtar.

Imam Mesjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Tgk Jamaluddin Ismail atau Waled Walidi yang mewakili Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, mengatakan pihaknya dari beberapa perwakilan mendatangi Mapolres Aceh Utara dalam rangka silaturrahmi dan mendukung Kapolres Aceh Utara dalam rangka cegah dini LGBT.

“Apa yang telah dilakukan oleh Kapolres Aceh Utara dalam rangka membasmi para LGBT sangat kami apresiasi. Menurut kami apa yang jadi kebijakan oleh Kapolres dalam rangka membina para LGBT bukanlah pelanggaran HAM, karena apa yang dilakukan oleh Kapolres Aceh Utara benar agar mereka tahu tentang peradaban yang sebenarnya,” ujar Waled.

Sementara Sekjen Tastafi Aceh Utara, Tgk. Zulfadli, menjelaskan kedatangan pihaknya bukanlah untuk melakukan aksi unjukrasa maupun demo, melainkan berterimakasih kepada AKBP Ir. Untung Sangaji yang telah bekerja keras dalam rangka mencegah LGBT dan Narkoba di Wilayah Hukum Aceh Utara.

“Kedatangan kami ini bukan untuk demo dan juga bukan aksi unjukrasa, kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Aceh Utara yang telah bekerja keras dalam rangka membasmi LGBT dan Narkoba. Kami bergerak dan hadir disini tidak ada bantuan dana dari manapun, kami hadir disini murni dari keinginan hati kami sendiri. Apabila ada kegiatan – kegiatan baik yang bertentangan dengan Agama ataupun negara kami siap melaporkan ke Polres Aceh Utara,” ujar Tgk. Zulfadli disambut Takbir dari massa yang sama.

Kedatangan para rombongan ini diterima dengan baik oleh AKBP Ir. Untung Sangaji sebagai Kapolres Aceh Utara, didampingi Kabag Ops, dan beberapa bawahannya. Pembahasan dan dukungan turut berlangsung beberapa saat di Aula Tri Brata Polres setempat, Takbir dan Shalawat pun tiada hentinya dikumandangkan sebagai bentuk dukungan terhadap Kapolres yang satu ini.

Dalam penyampaiannya, Untung Sangaji mengatakan bahwa tidak nenek moyang kita yang banci (waria, red). “Bahkan Pahlawan kita yang dari wanita saja yaitu Cut Meutia menggunakan rencongnya dengan perkasa, jadi kenapa kita sebagai laki – laki malah ingin merubah diri sebagai wanita. Saya melakukan penertiban salon tersebut karena banyak laporan dari masyarakat dan sangat meresahkan masyarakat,” terang Untung dihadapan ratusan massa disambut Takbir.

Untung juga menyebut, belasan pria yang sebelumnya terjerumus kepada LGBT sudah menjalani pembinaan di Polres setempat untuk agar mampu menjadi laki-laki yang gagah. “Dan saya beri pakaian yang seharusnya dipakai oleh laki-laki, mereka maco-maco setelah dibina bahkan bisa bersuara keras seperti laki-laki lainnya,” tukas Untung.

Adapun beberapa Organisasi perwakilan yang turut mendatangi Polres setempat diantaranya Imam Mesjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Waled Walidi, Waled H. Sulaiman, Abati H. Mukhtariza, Ikatan Masyarakat Aceh Membangun (IMAM), Tastafi, RTA, NU, HUDA, KNPI, FPI, IKSABA, Forum SUNNI, Forum Geuchik, BKPRMI, TU Lhoksukon, PERGUNU Aceh Utara, Forum Pemuda Cinta Syari’at, Karang Taruna, IPSM, Pemuda Pancasila, Forum Remaja Mesjid, HATHAR, Remaja Mesjid Agung Lhoksukon, Forum Mukim Aceh Utara.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Jaringan Sabu Eks Wadir Narkoba Polda Kalbar Sedang Ditelusuri

JAKARTA, Waspada.co.id – Polri tengah mengusut kasus kepemilikan sabu Mantan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: