Breaking News
Home / Aceh / Gajah Jinak CRU Serba Jadi Dibunuh, Gadingnya Dicuri
foto: istimewa

Gajah Jinak CRU Serba Jadi Dibunuh, Gadingnya Dicuri

IDI RAYEUK, Waspada.co.id – Bunta, gajah jantan yang selama ini bertugas sebagai penghalau mitigasi konflik gajah liar di wilayah kerja Conservation Response Unit (CRU) Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi gadingya hilang, Sabtu (09/06).

Kepolisian setempat menyebutkan, pada hari tersebut salah seorang mahout (Pawang) CRU Serbajadi tiba di TKP tepatnya di Dusun Jamur Batang Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, untuk memindahkan gajah jinak tersebut. Namun, sang Mahout terkejut melihat gajah bernama Bunta tersebut mati.

Kematian gajah Bunta salah satu gajah jinak yang terlatih dari tiga gajah lainnya diduga sengaja dibunuh dengan cara memberikan pakan yang dicampurkan racun ke dalam buah mangga dan pisang. Tak sampai di situ, pelaku yang hingga kini belum ditemukan, membantai Bunta dengan cara memotong pipi sisi kiri belalai dan mengambil gadingnya.

“Akibat kejadian tersebut CRU mengalami kerugian sebesar Rp300 juta. Sementara Mahout yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberitahukan kejadian itu ke Polsek Serbajadi. Saat ini masih ditangani untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan tim dokter hewan BKSDA bersama Inafis dan Identifikasi Polres Aceh Timur telah melakukan Nekropsi dan olah TKP pada Minggu (10/06).

“Kemarin Tim turun ke TKP untuk olah TKP, dan mengambil sample jantung limpha usus ginjal untuk diuji di laboratorium. Juga mengambil sample sisa patahan gading sebelah kiri sepanjang 46 CM dan gading sebelah kanan dengan panjang sekitar 148 CM,” ujar Sapto menjawab Waspada Online, Senin (11/06).

Sementara diagnosa tim Medis BKSDA Aceh adalah Toxicosis berdasarkan kerusakan dan prubahan organ-organ usus yang mengalami pendarahan, jantung nekrosis dan hiperemi, pembengkakan (oedema) dan sianosis pada paru, oedema (pembengkakan) hati.

“Cairan dirongga dada sangat keruh dan adanya buah kuini (mangga, red) di dalam usus serta ditemukan buah tersebut didekat bangkai satwa ditemukan. Selanjutnya sample (limpha, usus, jantung, dan ginjal) yang diambil kemarin akan kita kirim ke Puslabfor cabang Medan melalui penyidik Polres Aceh Timur,” tukas Sapto.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Polisi Ciduk Kakek Cabuli Cucunya

LHOKSUKON,WOL – Kepolisian Resort Aceh Utara mengamankan tersangka pencabulan anak di bawah umur. Mirisnya, korban ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.