Home / Aceh / Gajah CRU Cot Girek Dievakuasi ke PLG Saree Aceh Besar
WOL Photo/Chairul sya'ban

Gajah CRU Cot Girek Dievakuasi ke PLG Saree Aceh Besar

LHOKSUKON, WOL – Dinilai tak mampu menanggulangi konflik gajah liar, empat ekor gajah terlatih di Conservation Response Unit (CRU) Cot Girek, Aceh Utara dievakuasi sementara ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar.

Empat gajah itu yang memiliki nama Otto, Avan, Marni dan Meulu masing-masing dipandu Mahout (Pawang) diangkut menggunakan truk bernopol BL 8302 JK, Selasa (20/06). Suasana haru bahkan sempat berlangsung sesaat antara Mahout dengan sejumlah warga.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan gajah-gajah itu nantinya akan dikembalikan lagi ke CRU yang baru terletak di Paket 14 Dusun Alue Buloh, Cot Girek, Aceh Utara. Ia pun tak menampik kalau CRU belakangan ini tak mampu menanggulangi gajah liar.

“Sementara dievakuasi dulu hingga CRU di Paket 14 selesai dibangun. Lagian pemilik tanah yang menghibahkan tanahnya untuk CRU di Dusun Bate Uleu Cot Girek kini diminta kembalikan, kemudian juga ada ancaman-ancaman di situ,” ujar Sapto menjawab Waspada Online.

Dikatakan, pihaknya akan mencoba mencari tambahan dana operasional untuk tim CRU dari pendonor atau donatur maupun dari Pemerintah Aceh kedepannya nanti. “Semoga ke depan lebih baik lagi, kita coba cari donor,” tambah Sapto.

Tim Leader CRU, Ardiansyah atau Board, mengatakan salah satu pemicu CRU tak mampu menanggulangi gajah liar adalah tidak adanya tim patroli belakangan ini. Mahout atau Pawang gajah kata Board bukanlah pengusir gajah, akan tetapi tugasnya hanya mengurusi gajah jinak.

“Info yang saya terima CRU Cot Girek sempat diusir warga hanya akibat mahout tidak bisa patroli tanpa tim Pamhut, fasilitas juga tidak ada. Yang seharusnya tim patroli itu harus ada dan diperintahkan komandan patroli kepada timnya untuk mengusir gajah liar,” ujar Board.

Tim CRU Cot Girek mengaku selama ini mereka bekerja di bawah minimnya fasilitas, baik itu gaji yang tertunda maupun tidak adanya biaya operasional untuk melakukan pengusiran gajah-gajah liar.

“Kami sudah berupaya untuk bekerja semaksimal, akan tetapi fasilitas tidak ada. Namun kami juga sempat melakukan pengusiran kawanan gajah liar, tapi masih saja dinilai tidak mampu. Padahal semua kami lakukan pakai dana pribadi, transportasi juga milik pribadi,” ujar salah satu tim CRU.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Angin Puting Beliung Rusak Rumah di Pirak Timu

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Sejak dua hari terakhir hujan lebat mengguyur sejumlah Kecamatan di Kabupaten Aceh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: