Home / Aceh / Gajah Betina Mengandung Janin 14 Bulan Ditemukan Mati di Aceh Timur
WOL Photo/BKSDA Aceh

Gajah Betina Mengandung Janin 14 Bulan Ditemukan Mati di Aceh Timur

IDI RAYEUK, WOL – Kasus kematian gajah kembali ditemukan di pedalaman Kabupaten Aceh Timur. Kali ini, seekor gajah betina ditemukan mati di kawasan perkebunan Dwi Kencana Semesta (DKS) tepatnya di Desa Seuneubok Bayu Afdeling VII, Kecamatan Banda Alam.

Pihak Kepolisian setempat, menyebutkan temuan bangkai gajah itu awalnya ditemukan tak sengaja oleh tiga pemuda asal Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, ketika hendak memancing ikan di kawasan itu pada Minggu (18/12) siang.

Ketiganya baru bisa memberitahukan warga setempat setelah sebelumnya berhasil keluar dari lokasi pemancingan pada Rabu (20/12) akibat curah hujan yang cukup tinggi dan kabar itupun baru sampai kepada Kepolisian setempat pada hari Kamis (21/12).

gajah-matiLalu, pada Jum’at (22/12) setelah terima laporan dari Kapolsek Banda Alam, Iptu Zainir, Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Parmohonan Harahap bersama Unit Identifikasi Satreskrim mendatangi lokasi temuan gajah mati. Pihaknya turut didampingi Babinsa Koramil setempat, Staf BKSDA Wilayah VI Langsa, World Conservacy Sociaty dan tim Kelompok Swadaya Masyarakat Seumanah Jaya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo yang dikonfirmasi Waspada Online, Minggu (24/12), mengatakan pada Sabtu (23/12) kemarin pihaknya telah menurunkan tim Dokter hewan untuk melakukan autopsi penyebab kematian gajah.

“Gajah berusia 25 tahun itu diperkirakan sudah mati sepuluh hari. Gajah betina ini mati dalam keadaan hamil, tim dokter menemukan janin gajah yang diperkirakan usia kandungan 13 sampai 14 bulan, janin tersebut berjenis kelamin jantan. Tim dokter kemarin melakukan autopsi, mengambil sampel kotoran, usus, ginjal, dan jantung untuk diperiksa di laboratorium,” terang Sapto.

Ditanya penyebab kematian gajah betina tersebut, pihaknya menduga karena racun. “Berdasarkan autopsi dari tim dokter, terdapat tanda kehitaman di kotoran, usus, dan jantung yang mengindikasikan kematian gajah karena racun,” sebut Sapto.

Dari keterangan seorang warga, sambung Sapto, menyebutkan bahwa gajah memakan pupuk di ladang warga beberapa hari yang lalu sebelum penemuan bangkai gajah tersebut. “Untuk itu, kepastian jenis racun apakah dari pupuk yang dimakan atau dari racun lain serta apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, kita menunggu hasil laboratorium,” tukas Sapto. (wol/chai/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Polisi Amankan Gading Gajah dan Pelakunya

KUALASIMPANG, WOL – Kepolisian Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Tamiang, mengamankan pria berinisial ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: