_
Home / Aceh / Expo Peternakan Abdya Dihiasi Kicauan 1.000 Burung
(Antara Foto)

Expo Peternakan Abdya Dihiasi Kicauan 1.000 Burung

BLANGPIDIE, Waspada.co.id – Seribuan burung se-Indonesia sudah didaftarkan oleh peserta untuk mengikuti lomba berkicau pada acara pameran expo ternak ke-10 tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), 11-14 Juli 2019.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Abdya, Drs Thamrin di Blangpidie, Sabtu (6/7) mengatakan, lomba burung berkicau tersebut dilaksankan pada hari ke tiga pameran expo peternakan.

Menurut Sekda Thamrin, acara pameran expo ternak tingkat Provinsi Aceh berlangsung selama empat hari di Kabupaten Abdya dan berlokasi di lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.

Selain dihadirkan ratusan sapi, kerbau, dan kuda, dari 23 kabupaten/kota di provinsi ujung paling barat Indonesia, panitia juga memperlombakan ribuan burung berkicau se Tanah Air.

“Disamping expo ternak, ada juga lomba burung berkicau selama satu hari di lokasi pameran. Sekarang sudah seribu burung berbagai jenis sudah didaftarkan pada panitia,” ungkapnya.

Thamrin menerangkan, seribu burung yang akan ikut lomba berkicau pada acara pameran expo ternak tersebut, ada yang berasal dari Jakarta dan daerah Pulau Jawa lainnya.

“Dari pulau Bali ada juga. Kalau dari pulau Sumatera hampir rata-rata daerah sudah daftar lomba burung berkicau ini,” katanya.

Menurutnya, para peserta kontes burung berkicau dari luar Provinsi Aceh, akan tiba di Kabupaten Abdya diperkirakan pada hari ke dua pameran, yakni pada tanggal 12 Juli 2019.

“Mereka (peserta kontes burung) tidak kita sediakan fasilitas penginapan. Mereka cari penginapan sendiri. Kita hanya menyiapkan tempat mereka mungkin berkumpul saja,” tuturnya.

Dengan terlaksananya lomba burung berkicau dan pameran expo ternak tingkat Provinsi Aceh selama empat hari di Kabupaten Abdya, masyarakat diharapkan dapat terangsang untuk berusaha dalam sektor peternakan tersebut.

Karena, sektor peternakan itu salah satu visi-misi Bupati Abdya Akmal Ibrahim dalam menyejahterakan masyarakat, apalagi sektor ini sangat potensial dikembangkan, mengingat harga daging di Kabupaten Abdya selama ini termahal di Indonesia.

“Insyaallah, kalau masyarakat di desa-desa bergairah untuk membuka usaha di sektor peternakan ini tentu kepala daerah akan membuat program bantuan ternak untuk petani di masa akan datang,” demikian Thamrin. (ant/ags)

Check Also

Kecurangan Proyek Puskesmas Manggeng Kian Terkuak

BLANGPIDIE, WOL – Dugaan pengerjaan asal jadi dilakukan rekanan pada proyek pembangunan Puskesmas Manggeng di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.