Home / Aceh / Dramatis, Setiap Harinya Siswa SD Tumpangi Perahu Rakit Menuju Sekolah
WOL Photo

Dramatis, Setiap Harinya Siswa SD Tumpangi Perahu Rakit Menuju Sekolah

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Jembatan Ponton (jembatan apung) yang terputus akibat diterjang arus banjir akhir 2014 lalu hingga kini belum tertangani. Jembatan tersebut menghubungkan antara Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara ke Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Pasca tidak adanya jembatan itu, masyarakat di dua Kecamatan itupun sulit mengangkut hasil pertanian mereka. Bahkan sejumlah siswa dari Desa Sijudo yang masih duduk dibangku sekolah tingkat dasar terpaksa menggunakan perahu rakit untuk menuju sekolah mereka di Desa Lubok Pusaka.

Geuchik Desa Lubok Pusaka, Jaharruddin, mengatakan jembatan ponton merupakan sarana transportasi yang dibangun oleh pihak ExxonMobil pada tahun 1980 dan dibangun kembali pada tahun 1995.

“Jembatan pertama dibangun pada tahun 1980-an, lalu diterjang banjir. Kemudian dibangun kembali pada tahun 1995, lagi-lagi jembatan dengan panjang sekitar 150 meter itu putus diterjang banjir pada akhir 2014 lalu,” ujar Jaharruddin menjawab Waspada Online, Rabu (09/05).

Dijelaskan, pada tahun 2016 tim Pansus dari Provinsi Aceh pernah meninjau lokasi jembatan putus tersebut. Pihak desa sendiri bahkan juga sudah pernah mengusulkan kepada pihak terkait untuk diupayakan membangun kembali jembatan penghubung ke Kecamatan Pante Bidari-Kecamatan Langkahan.

“Tim Pansus dari Provinsi Aceh sudah pernah meninjau jembatan itu tahun 2016 lalu, tapi belum ada respon untuk bagaimana upaya selanjutnya. Desa Lubok Pusaka sendiri memiliki tujuh dusun dengan jumlah kepala keluarga sekitar 617, kini kami merasa kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian kami,” tukas Jaharruddin.

Pantauan Waspada Online dilokasi, sejumlah siswa SD yang menyebrangi sungai di Dusun Tanah Merah berlangsung dramatis mengingat debit air sungai sedang meninggi. Itu sebabnya, terkadang anak-anak yang kini mengenyam Pendidikan kesulitan untuk menempuh sekolah mereka jika debit air sungai sedang meninggi.

“Kalau air sungainya sedang tinggi akibat hujan lebat, ya pastinya banyak yang ga bisa sekolah. Mereka terpaksa libur hingga debit airnya turun, karena perahu rakit yang kita sediakan di Dusun Tanah Merah ini ukurannya kecil, sehingga tidak digunakan disaat debit air sungai meninggi,” ujar Kepala Dusun Tanah Merah, Razali, ditemui Waspada Online dilokasi.(wol/chai/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Hujan & Badai Landa China, 127 Ribu Orang Dievakuasi

GUANGDONG, Waspada.co.id – Kantor berita pemerintah China mengatakan hujan deras di bagian selatan China menewaskan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: