Home / Aceh / Dewan Upayakan Perbaikan Tanggul Rusak Pemicu Banjir Lhoksukon
WOL Photo/chairul sya'ban

Dewan Upayakan Perbaikan Tanggul Rusak Pemicu Banjir Lhoksukon

LHOKSUKON,WOL – DPRK Aceh Utara terus berupaya mendorong Pemerintah setempat untuk menganggarkan anggaran perbaikan tanggul sungai yang rusak khususnya di beberapa titik dalam Kecamatan Lhoksukon. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1 miliar.

“Ada beberapa titik tanggul yang jebol dalam pantauan kami hari ini. Kerawanannya sangat memprihatinkan, kondisi tanggul rusak sudah sangat parah dan rata dengan tanah dasar. Kita dorong pemerintah dalam mengatasi persoalan ini,” ujar Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi atau Tgk Adek saat meninjau tanggul jebol di Desa Kumbang (KM 7), Kecamatan Lhoksukon, kemarin.

Dijelaskan, setiap tahun pemerintah menganggarkan anggaran tanggap darurat bencana. Maka pihaknya selaku Dewan setempat terus mendorong Pemerintah Aceh Utara agar dapat menggunakan anggaran tersebut untuk perbaikan tanggul. Menurutnya, tanggul sepanjang 50 meter di tiga titik rusak total.

“Pantauan kami hari ini ada sekitar 50 meter tanggul sungai rusak total. Namun jika dikerjakan nantinya harus diambil dari titik dasar atau 200 meter tanggul rusak. Berbicara soal anggaran kalau kita hitung secara kasar, membutuhkan anggaran Rp1 miliar, dan bisa langsung dibuat beton sebagai penahan air,” tambahnya.

Dalam tinjauan tersebut, turut serta Dinas PUPR Bidang Pengairan Aceh Utara. Titik-titik yang ditinjau diantaranya tanggul sungai yang rusak sepanjang 200 meter di Desa Meunasah Krueng LT (KM 5), tanggul rusak dengan panjang enam meter di Desa Kumbang (KM 7), dan tanggul di perbatasan Lhoksukon-Cot Girek tepatnya di Desa Geulumpang (KM 10).

“Ini giat rutin di DPR khususnya Komisi D dalam menyikapi keluhan masyarakat yang kerap dilanda banjir hingga hari ini. Bahkan untuk bulan Maret hingga April 2017 ini, sudah tujuh kali terjadi banjir. Karena ini tanggungjawab Komisi D, maka kita turun kelokasi bersama SKPK dari Dinas PUPR Bidang Pengairan untuk mengecek langsung kerusakan tanggul,” tukas Tgk Adek.

Sementara dalam menanggapi hal tersebut, Dinas PUPR Bidang Pengairan Aceh Utara menyebutkan akan berupaya dalam mencari solusi. “Kita segera mencari solusi untuk membangun tanggul yang rusak, kita usahakan pada APBD Perubahan tahun 2017,” ujar Asnawi, Kabid Pengairan Dinas PUPR Aceh Utara.

Lebih lanjut ia menjelaskan, belum dipastikan kapan akan dibangun tanggul yang sudah rusak itu. Masyarakat untuk sementara diminta tetap bersabar, tentunya perbaikan tanggul tetap diupayakan pihaknya.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pemko Medan Bahas Pengendalian dan Sinkronisasi Penanggulangan Banjir

MEDAN, Waspada.co.id – Guna menciptakan sinergitas dalam penanggulangan banjir, berbagai pemikiran, baik secara empirik maupun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: