Home / Aceh / CRU Cot Girek Terancam Gagal Ditempati
WOL Photo/Chairul Sya'ban

CRU Cot Girek Terancam Gagal Ditempati

LHOKSUKON, WOL – Camp Conservation Response Unit (CRU) yang baru saja selesai dibangun di Dusun Alue Buloh Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, terancam gagal ditempati. Sebab, beberapa fasilitas belum memadai seperti listrik dan air bersih, bahkan salah satu bangunan terancam ambruk.

Sebagaimana diketahui, CRU adalah petugas yang mengendalikan empat ekor gajah jinak sebagai upaya menanggulangi mitigasi konflik gajah liar-manusia. Maka untuk itu, warga yang memiliki lahan pertanian di kawasan tersebut menaruh harapan agar CRU segera difungsikan demi mencegah adanya gangguan gajah liar.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan pihaknya menilai secara tekhnis untuk CRU tersebut memang belum layak untuk ditempati. Hal ini dikarenakan sumber air bersih dari pengeboran sumur bor tidak menghasilkan air dan terpaksa untuk mengaliri air dari alur yang ada di sekitar CRU.

“Sampai sekarang kami nilai secara tekhnis belum layak, makanya kami belum bisa tempati CRU itu. Memang kalau sumur bor itu tidak ada kaitannya dengan gajah kita, cuma untuk petugasnya saja. Sumur bor sudah beberapa titik diupayakan tapi tidak ada hasil, maka sekarang sedang dipikirkan untuk menarik air dari alur dan memang perlu teknis serta biaya lebih,” ujar Sapto menjawab Waspada Online, Sabtu (03/03).

Hal serupa disampaikan Asnawi Qumar yang disebut-sebut sebagai PPTK Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh. Kata dia, berdasarkan diskusi dengan pihak BKSDA Aceh untuk sementara akan diupayakan air bersih dari alur. “Berdasarkan diskusi dengan BKSDA dicoba untuk upaya tarik air dari alur dan jika memungkinkan maka dalam tahun ini diupayakan sumur bor yang lebih besar,” ujar dia saat dikonfirmasi Waspada Online.

Sementara itu sumber papan proyek yang dikeluarkan DLHK Aceh menyebutkan pengerjaan CRU bersumber dari APBA 2017 dengan nilai kontrak Rp 699.751.000 bernomor kontrak 050/4261-V dan volume satu paket. Untuk nama paket ialah Pembangunan Sarana dan Prasarana CRU Kabupaten Aceh Utara.

Sebagai perencana yakni CV Rancang Perkasa, Pelaksana oleh CV Menara Aceh Group dan Pengawasan oleh CV Global Enginering Konsultan. Pengerjaan CRU ini dimulai pada 15 September 2017 dan selesai pada 15 Desember 2017, tapi ternyata hingga kini sama sekali belum difungsikan. Warga menilai pembangunan CRU sia-sia jika memang gagal ditempati, mengingat warga sudah mengibahkan lahannya seluas kurang lebih 20 ribu meter untuk lokasi bangunan tersebut.

Azhar, selaku Pelaksana CV Menara Aceh Group saat dikonfirmasi Waspada Online mengatakan pihaknya sudah berusaha untuk melakukan pengeboran air bersih beberapa kali, namun gagal menghasilkan air bersih. Sedangkan anggaran untuk pengeboran yang masuk dalam RAB kata Azhar, hanya senilai Rp 15 juta dengan pengeboran sistem manual.

“Untuk sumur bor kami sudah kerjakan sesuai spek dan sesuai RAB. Pengeboran sumur bor kami lakukan dengan manual, kalau pengeboran yang otomatis anggaran mencapai Rp60-80 juta, sedangkan anggaran yang disediakan dalam RAB hanya Rp15 juta. Saya akui memang tidak mampu untuk pengeboran sumur bor itu, karena anggarannya hanya untuk manual yang diberikan,” jelas Azhar.

Sementara ditanya soal bangunan CRU terancam ambruk akibat longsornya  salah satu timbunan setiap hujan turun, Azhar menerangkan bahwa tidak ada anggaran untuk bangunan itu. Hanya saja kata dia, talut dengan ukuran 20 meter persegi dibangun pada sisi kiri timbunan yang longsor tersebut. Begitu pula dengan listrik, Azhar menjelaskan pihaknya juga tidak ada anggaran untuk itu.

“Sudah saya bicarakan juga soal ini kepada DLHK, untuk listrik kami hanya pasang instalasi saja. Untuk masalah longsor memang seharusnya dibuat talut karena tanahnya itu labil. Jadi, setiap pengerjaan yang dibebankan ke saya sudah saya kerjakan sesuai spek dan anggaran yang tersedia,” tukas Azhar.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kebakaran, Nenek Tewas Terkunci Dalam Rumah

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Satu unit rumah ludes terbakar di Desa Meunasah Nga MU Kecamatan Lhoksukon, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: