_
Home / Aceh / CRU Cot Girek Jalankan Tugas Halau Gajah Dengan Dana Minim
WOL Photo/Chairul sya'ban

CRU Cot Girek Jalankan Tugas Halau Gajah Dengan Dana Minim

LHOKSUKON, WOL – Tim Conservation Response Unit (CRU) Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, semakin sulit dalam menanggulangi kawanan gajah liar yang kerap memasuki lahan perkebunan warga. Mereka bersusah payah menghalau kawanan tersebut meski anggaran yang sangat minim.

Untuk turun ke lokasi saja dalam menghalau gajah liar, Tim CRU terpaksa merogoh kantong pribadi, itupun jika ada. Keterbatasan biaya membuat mereka kerap berutang pada siapa saja yang dikenalinya. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, dimana Tim CRU mencari rupiah demi anak isteri, tapi malah mengeluarkan rupiah pribadi demi petani.

Tim Leader CRU, Ardiansyah Board, mengatakan hingga kini Mahout (Pawang) yang tugasnya hanya mengurusi empat ekor gajah jinak di CRU Cot Girek bekerja tanpa biaya operasional, bahkan gaji bulanan merekapun terhambat.

Mahout belakangan ini lebih diminta untuk terjun ke lokasi dalam hal mengusir gajah-gajah liar yang kerap merusak perkebunan warga di sejumlah titik wilayah Cot Girek, seperti Dusun Alue Buloh atau Paket 14 dan Dusun Bate Uleu.

“Yang seharusnya Mahout hanya bekerja mengurusi gajah jinaknya, nah sementara yang kita lihat saat ini mereka terlibat langsung dalam penanggulangan gajah liar. Seharusnya itu dapat dilakukan oleh tim patroli, namun tim patroli saat ini sudah tidak ada dan tidak memiliki biaya membentuk tim patroli yang baru,” ujar Board, Senin (12/06).

Disebutkan, pihak terkait sudah menunjuk lima petugas untuk tim patroli. Namun sangat disayangkan, mereka belum mampu menjalankan tugasnya karena anggaran operasional tidak disediakan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menurut Board belum merekomendasikan kelima petugas itu karena tidak disediakan anggaran.

Secara tegas Board menyebut jika CRU Cot Girek patut mendapatkan prestasi yang buruk jika kondisi yang demikian terus berlangsung. Jika selalu demikian, pantasnya CRU itu ditutup saja daripada petugas CRU bertambah menderita.

“Yang menanggulangi gajah liar itu seharusnya tim patroli. Komandan patroli menerima informasi dari masyarakat adanya gajah liar yang masuk, nah saat itu pula komandan patroli perintahkan timnya untuk menghalau gajah liar tersebut. Nah, sekarang masalahnya tim patroli tidak ada di CRU kita itu,” tegas Board menyayangkan.

Dalam hal ini ia berharap warga maupun petani mampu membentuk tim patroli untuk saling bekerjasama dalam menghalau kawanan gajah liar. Sementara CRU lagi-lagi, Board, menyayangkannya karena bekerja dalam fasilitas yang tidak memadai.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Keluarga Waspada Group Ziarah Makam Pendiri

MEDAN, Waspada.co.id – Sebelum menggelar resespi HUT ke-72 Harian Waspada, keluarga besar Waspada Group ziarah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.