Breaking News
Home / Aceh / CRU Aceh Utara Senilai Rp600 Juta Belum Rampung
WOL Photo/chairul sya'ban
WOL Photo/chairul sya'ban

CRU Aceh Utara Senilai Rp600 Juta Belum Rampung

LHOKSUKON,WOL – Kawanan gajah liar yang jumlahnya mencapai lebih dari 30 ekor masih berkeliaran di kawasan hutan pedalaman Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara tepatnya di Dusun Alue Buloh Paket 14, Desa Cot Girek.

Warga yang memiliki lahan pertanian di kawasan itu tidak menyakiti satwa-satwa yang dilindungi tersebut. Jika hewan itu memasuki lahan pertanian, petani hanya bertindak menghalaunya dengan cara mengusirnya pakai tangan. Bahkan, hingga larut malampun petani masih disibukkan dengan satwa tersebut.

Namun diharapkan, pembangunan Conservation Response Unit (CRU) yang melibatkan gajah jinak penanggulangan gajah liar segera rampung dikerjakan. Dari amatan Waspada Online, hingga kini pengerjaan CRU di kawasan itu masih dilakukan.

Sumber papan proyek dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh yang baru kemarin terpasang di lokasi pembangunan CRU menyebutkan, pengerjaan CRU bersumber dari APBA 2017 dengan nilai kontrak Rp699.751.000 bernomor kontrak 050/4261-V dan volume satu paket.

Untuk nama paket ialah Pembangunan Sarana dan Prasarana CRU Kabupaten Aceh Utara. Sebagai perencana yakni CV Rancang Perkasa, Pelaksana oleh CV Menara Aceh Group dan Pengawasan oleh CV Global Enginering Konsultan. Pengerjaan CRU ini dimulai pada 15 September 2017 dan selesai pada 15 Desember 2017.

Sumber di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh yang ditanyai Waspada Online, menyebutkan ada tiga bangunan CRU yang sedang dikerjakan. Dari tiga bangunan itu masing-masing untuk mess, gudang, dapur, mushalla, MCK dan solar cell.

“Mushalla baru dipasang Bowplank karena penambahan. Mess, gudang dan dapur itu satu bangunan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Sapto Aji Prabowo yang ditanyai Waspada Online, Sabtu (18/11), mengatakan pihaknya menunggu bangunan tersebut selesai dan diserahkan secara resmi.

“Kita menunggu bangunan selesai dan diserahkan, baru bisa ditempati. Nantinya tetap melibatkan empat ekor gajah jinak yang sebelumnya juga pernah bertugas menanggulangi gajah liar di Cot Girek,” ujar Sapto.

Informasi diperoleh Waspada Online, salah satu gubuk milik petani setempat terjungkal diduga diamuk kawanan gajah liar yang masuk di tengah malam. Pemilik kebun baru mengetahuinya keesokan harinya, kendati demikian tidak bisa berbuat banyak dan hanya berharap bangunan CRU segera rampung.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

Tim Gabungan Eksekusi Tanaman Sawit di Eks Lahan PT ASN

BANDA ACEH, WOL – Tanaman sawit di bekas lahan PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.