Home / Aceh / Copot Kapolda Bila Tak Mampu Bersihkan Kriminal di Aceh
WOL Photo

Copot Kapolda Bila Tak Mampu Bersihkan Kriminal di Aceh

JAKARTA, WOL – Maraknya aksi kriminal di Provinsi Aceh membuat Tokoh Pemuda Aceh Jakarta, Teuku Azril geram dan meminta DPR RI untuk merevisi UU No 11 Tahun 2006.

Menurutnya, Polisi di Aceh seperti dipersempit ruang gerak akibat Undang Undang No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh BAB XXVI KEPOLISIAN Pasal 205 ayat 1 Pengangkatan Kepala Kepolisian Aceh dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan persetujuan Gubernur.

“Atasan tertinggi mereka Kapolda dan Kapolda itu ada dibawah kontrol Gubernur,” saya melihat pelaku kriminal di Aceh seperti pembiaran, terang Teuku Azril kepada Waspada Online, Jumat (5/6).

Daerah akan aman bila polisi bekerja serius tanpa pandang bulu dan tegas, apa alasan polisi di Aceh tidak segera turun tangan. “Polisi itu tugasnya mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat, jangan  terjadi main hakim sendiri akibat masyarakat kurang percaya kepada polisi, ” jelas Teuku Azril.

Polri itu memiliki beragam kesatuan dan perlengkapan persenjataan. “Apa yang tidak mereka miliki,” tanya Pemuda Aceh ini. “Apa polisi di Aceh kekurangan senjata, apa mereka juga kekurangan pasukan, jika memang iya kita akan minta Kapolri untuk penambahan pasukan dan persenjataan untuk Polda Aceh.

“Saya berharap oknum-oknum yang terlibat melakukan kriminal agar segera berhenti dan mereka segera kembali ke kehidupan normal,” ujar Teuku Azril.

Terkait aksi Kriminal di Aceh “(Ketua DPR sudah) Tau, baca di koran,” kata Ketua Umum Save Our Indonesia Teuku Azril di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.

Namun, kata Teuku Azril, Ketua DPR belum menanyakan langsung berita tersebut kepada Gubernur Aceh. “Belum,” jawab Teuku Azril singkat.

Gubernur dikaitkan dengan serangkaian aksi kriminal, jangan sampai pelaku kriminal murni juga mencari cara bebas dari tuntutan hukum, dengan mengaku dirinya menuntut keadilan dari Gubernur Aceh.

“Mereka melakukan kriminal dan ketika akan ditangkap sok-sok mengaku tidak ada urusan dengan polisi dan TNI. Siapapun pelaku kriminal, jangankan mantan kombatan GAM, anak Pangdam Iskandar Muda sekalipun juga harus ditangkap,” ujar Teuku Azril dengan nada tinggi.

Diminta Kapolda Aceh harus segera membersihkan kriminal di Aceh, jika Kapolda Aceh sekarang tidak mampu, kita akan minta Kapolri untuk mencopotnya.

Terkait Din Minimi saya sudah berbicara dengan Nasir Djamil Anggota Komisi III DPR RI, serangkaian aksi kriminal di Aceh itu kriminal murni. Din Minimi yang  sekarang menjadi topik pembicaraan warga karena aksinya yang membuat orang bertanya-tanya. siapa yang bermain di Bumi Iskandar Muda.

“Persoalan kriminal di Aceh itu serius, jangah sampai terjadi lagi DOM di Aceh.” Pemerintah Pusat kan sudah memberikan anggaran besar untuk kesejahteraan rakyat Aceh, jangan lagi paksa Pemerintah Pusat alokasikan anggaran untuk operasi militer di Aceh kata Teuku Azril.

Azril juga prihatin dan menyayangkan sikap kepolisian Aceh. “Siapa yang harus kita salahkan, gubernur, kapolda, pangdam, siapa? Jika yang telah diberikan tugas dan jabatan tidak bisa melaksanakan tugasnya copot saja,” Imbuhnya.(wol/rls/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Lampung Siap Disulap Jadi Maldivesnya Indonesia

WASPADA.co.id – Provinsi Lampung identik dengan keberadaan Gunung Krakatau yang sempat meletus dan menjadi perhatian ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: