Home / Aceh / Bulog Salurkan Beras Busuk, Bupati: Usut Pengadaan Bansosrastra Gayo Lues
Masyarakat dan unsur Desa Gunyak, Kecamatan Blangkejeren, saat menunjukkan beras busuk yang tidak layak konsumsi yang dibagikan oleh Bulog Sub Divre Kutacane, Gudang Gayo Lues, Rabu (11/4). (WOL Photo)

Bulog Salurkan Beras Busuk, Bupati: Usut Pengadaan Bansosrastra Gayo Lues

BLANGKEJEREN, WOL – Diduga Bulog Sub Divre Kutacane, Gudang Gayo Lues menyalurkan ratusan ton beras tidak layak konsumsi kepada PKM di Gayo Lues, Rabu  (11/4). Hasil investigasi Waspada Online di sejumlah desa penerima Bansosrastra, masyarakat menunjukan beras yang tidak layak konsumsi, yang disalurkan oleh Gudang Gayo Lues.

Beras tersebut berwarna pucat dan berdebu, dan tidak layak untuk dikonsumsi, meskipun standar yang diberikan adalah beras medium, namun yang dibagikan tersebut sangat jauh di bawah kualitas standar medium.

Bupati Gayo Lues via telepon seluler kepada Waspada Online, Rabu (11/4), mengatakan akan menurunkan tim khusus untuk menyelidiki masalah beras busuk tersebut, karena beras tersebut sangat tidak layak konsumsi.

“Masyarakat jangan menjadi korban oleh pihak Bulog, karena Kemensos sudah membayar langsung ke pihak Bulog untuk pengadaan Bansosrastra tersebut,” jelas Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru.

Sementara Kasub Divre Kutacane melalui Kepala Gudang Gayo Lues, T Anwar kepada Waspada Online, Rabu (11/4), mengatakan pengadaan beras tersebut, semua administrasi kewenangan kantor Bulog Sub Divre Kutacane. “Kami hanya menyimpan, merawat dan menyalurkan,” jelasnya.

Sementara Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues, melalui Kabid Sosial, Rike Ahmadi, kepada Waspada Online, mengatakan untuk urusan pengadaan beras, adalah murni tanggung jawab pihak Bulog melalui Kantor Sub Divre Kutacane. “Dalam hal ini Dinas Sosial hanya menyiapkan data masyarakat penerima Bansosrastra,” tegasnya.

Menyoroti masalah ini, Ketua LSM LAKI (Laskar Anti Korupsi) Kabupaten Gayo Lues,  Hendra, saat berbincang dengan Waspada Online, Rabu (11/4), mengatakan berdasarkan hasil investigasi LSM LAKI beberapa daerah kabupaten/kota di Aceh pada akhir 2017 pernah menolak Raskin yang tidak layak konsumsi tersebut.

Seperti Aceh Selatan, Bireun, Pidie, dan sejumlah daerah di Aceh pada medio 2017, yang menjadi pertanyaan kenapa di tahun 2018 Bulog Sub Divre Kutacane salurkan beras busuk ke Gayo Lues. “Kami curiga beras yang ditolak tersebut di gudangkan ke Gayo Lues, dan dijadikan untuk pengadaan tahun 2018, dan didistribusikan kepada masyarakat Gayo Lues,” ujar Hendra.

“Kami mengharapkan pihak penegak hukum, Polres Gayo Lues dan Kejaksaan agar menelusuri persoalan beras busuk tersebut, karena indikasi permainan pengadaan beras busuk yang tidak layak konsumsi oleh Bulog sangat jelas,” tegas Hendra lagi. (wol/bus/data1`)

Editor: M Agus Utama

Check Also

Masyarakat Tampeng Dukung Kepemimpinan H Muhammad Amru

GAYO LUES, Waspada.co.id – Kampung Tampeng, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu perkampungan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: