Home / Aceh / Budi Waseso Dinobatkan Jadi ‘Panglima Sidik Sasat’ Tanah Gayo
Penobatan Komjen Pol (Purn) Budi Waseso menjadi 'Panglima Sidik Sasat' Tanah Gayo, di Pendopo Bupati Gayo Lues, Sabtu (14/7) malam. (WOL Photo/Bustanuddin)

Budi Waseso Dinobatkan Jadi ‘Panglima Sidik Sasat’ Tanah Gayo

GAYO LUES, Waspada.co.id – Budi Waseso atau akrab disapa Buwas kembali menyambangi Tanah Gayo. Namun kehadiran Purnawirawan Polisi Bintang Tiga ini untuk menghadiri resepsi pernikahan putri Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru, sekaligus menobatkannya menjadi masyarakat Gayo dengan gelar “Panglima Sidik Sasat”, Sabtu (14/7) malam.

Kehadiran Buwas disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues H. Thalib S.Sos, beserta sejumlah SKPD dan pejabat daerah di Bandara Senubung Gayo, sekira pukul 14.00 WIB, dan rombongan langsung menuju Pendopo Bupati Gayo Lues, Blangkejeren, Gayo Lues.

Dari pantauan Waspada Online, kedatangan Buwas erat kaitannya dengan Masyarakat Adat Tanah Gayo, karena kedudukan Panglima Sidik Sasat merupakan sebuah kedudukan yang mulia dan dihormati. Gelar adat ini hanya diberikan bagi orang cerdik pandai, bijaksana, dan kuat memegang teguh adat dan agama, serta perbuatannya dapat dijadikan panutan bagi masyarakat luas. Sebagaimana termaktub juga dalam Sara Kata Kerajaan Islam Linge, empat pilar seorang Panglima yaitu benar, adil, kasih dan suci.

Bupati Gayo H Muhammad Amru dalam sambutannya di malam penobatan Buwas, Sabtu (14/7) malam, menyebut hal tersebut merupakan sejarah bagi masyarakat Gayo Lues. “Kita telah menganugerahkan kepada Bapak Komjen (Purn) Budi Waseso sebagai “Pang Sidik Sasat” (Panglima, red),” ujarnya.

Dikatakan, sejak Indonesia merdeka sampai saat ini gelar ‘Pang Sidik Sasat’ baru dianugerahkan kepada 2 orang. “Pertama yaitu di tahun 1984 kepada Letjen TNI (Purn) Solihin GP dan di tahun 2018 ini kepada Komjen Pol (Purn) Budi Waseso,” sebut Amru.

“Bapak kami nobatkan sebagai Pang Sidik Sasat artinya bapak sebagai komandan perang kami dengan gelar tersebut maka harapan kami kepada Bapak, jangan biarkan masyarakat Gayo Lues kuyup di saat hujan dan jangan biarkan masyarakat Gayo Lues kelaparan, kami mohon bimbing ke jalan menuju kesejahteraan,” tegasnya.

Saat ini Gayo Lues masih diliputi oleh tiga hal yaitu; kemaksiatan, kemiskinan dan kebodohan. “Untuk mengatasi hal tersebut kami mempunyai program Gempur Kemaksiatan, Gempur Kebodohan, dan Gempur Kemiskinan. Gempur dalam hal ini juga merupakan perang, tetapi kami sepakat mengartikan gempur adalah sebuah gerakan massif untuk memerangi dan mengurangi ketiga hal tersebut diatas,” jelas Amru.

“Saya harapkan Bapak sebagai pemimpin kami dalam menggempur tiga hal yang masih membelenggu masyarakat di Negeri Seribu Hafidz ini,” pungkas Amru lagi.

Sementara itu, Komjen Pol (Purn) Drs Budi Waseso, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Ketua Adat, Bupati dan seluruh masyarakat Gayo Lues yang telah menganugrahkan gelar ‘Pang Sidik Sasat’ kepada dirinya. “Hal ini merupakan penghormatan yang sangat tinggi terhadap saya, dan saya juga telah dinobatkan sebagai warga Gayo Lues,” ungkapnya.

“Pertama kali saya datang ke Gayo Lues ketika masih menjabat sebagai Kepala BNN. Saya tahu Gayo Lues adalah daerah yang sangat terkenal sampai ke Kolumbia dan dunia internasional, disamping terkenal dengan Tarian Saman yang sudah diakui oleh Unesco, tetapi terkenal juga karena hal yang negatif, yaitu pemasok ganja terbesar di Asia,” ungkap Kepala Bulog ini.

Buwas berharap hal negatif tersebut akan diubah dengan hal yang positif, maka saat itu dicanangkanlah program GDAD (Grand Desain Alternative Development) BNN. “Walaupun saya telah pensiun akan tetapi saya akan tetap bertanggung jawab dengan program tersebut,” tegasnya. (wol/ bus/data2)

Editor: M Agus Utama

Check Also

“Buwas Diminta Berani Bersuara Soal Kartel”

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas N. Zubir meminta Direktur Utama ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: