Home / Aceh / BNN Amankan 40 Kg Sabu di Aceh Timur
WOL Photo/Chairul sya'ban

BNN Amankan 40 Kg Sabu di Aceh Timur

KUALASIMPANG, WOL – Lagi-lagi Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat mengamankan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar di wilayah Aceh. Kali ini, sabu seberat 40 kilogram berhasil diamankan dari tangan empat tersangka di Desa Bantayan dan Desa Bagok Panah Peut, Kabupaten Aceh Timur, dalam sepekan.

WOL Photo/Chairul sya'ban
WOL Photo/Chairul sya’ban

Deputi Pemberantasan dari BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari, mengatakan barang bukti sabu sejumlah 40 kilogram diamankan dari kepemilikan empat orang tersangka yang merupakan jaringan internasional atau jaringan Aceh-Malaysia. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang berlangsung di halaman kantor BNNK Aceh Tamiang, Jum’at (12/01) siang.

“Press release ini sebagai hasil pertanggungjawaban kami dalam pemutusan jaringan narkotika di tanah air untuk melaporkan ke BNN RI yang dalam waktu satu minggu sudah mendapatkan dua kali penangkapan di dua tempat yang berbeda dalam wilayah hukum Aceh Timur tepatnya di Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, dan Desa Bantayan Kecamatan Nursalam,” jelas Arman Depari.

Disebutkannya, kronologis dalam operasi yang digelar pihaknya awalnya mengamankan sejumlah 30 kilogram sabu di Desa Bagok Panah Peut dari tersangka SD (34) dan RAM (52). Kemudian dilakukan pengembangan hingga mengamankan sejumlah 10 kilogram sabu di Desa Bantayan dari tersangka AM (30) dan JUN (40).

“Barang narkotika ini datangnya dari Malaysia yang sudah berkoordinasi kepada sindikat di Indonesia melalui jalur laut dengan kapal-kapal nelayan, serta melakukan transaksi di tengah laut dan bertemu di satu titik koordinat yang sudah ditentukan. Penangkapan bermula dari informasi yang didapat petugas bahwa akan ada penyelundupan narkotika jenis kristal sabu ke Aceh melalui jalur laut,” tambahnya.

Barang haram itu kata dia, diselundupkan dari Penang-Malaysia dengan menggunakan speed boat. Lintas Sumatera ini menurutnya menjadi jalur perdagangan narkotika, dan sidikat ini tidak sindikat lokal namun juga sindikat nasional yang peredarannya melalui Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Surabaya dan sampai ke Bali.

Adapun langkah-langkah yang sudah dilakukan pihaknya untuk memerangi peredaran dan penggunaan narkotika yaitu menempatkan personel di tempat yang rawan melalui jalur laut dan sudah mengupayakan memberikan penjelasan serta penyuluhan kepada pimpinan instansi, tokoh agama, tokoh masyarakat, ulama dan masyarakat pesisir tentang narkoba.

“Masih banyaknya peredaran narkotika ini di wilayah kita dan saya mengharapkan kepada aparat pemerintah, instansi dan masyarakat untuk bersama-sama memberantas narkotika semacam ini.  Hukuman tersangka paling ringan empat tahun dan paling berat hukuman mati dan tindakan kasus narkotika ini akan kita lanjutkan ke kasus pencucian uang,” tukas Irjen Pol Arman Depari.

Dalam konferensi pers tersebut keempat tersangka atas kepemilikan 40 kilogram sabu, turut dihadirkan. Dalam hal ini turut disaksikan oleh Irjen Pol Arman Depari, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal, Kapolres Aceh Tamiang diwakili Kasat Narkoba Iptu Wijaya Yudi SH, Pabung mewakili Dandim 0104/Aceh Timur, Kepala BNNK Langsa AKBP Nevri Yulenny, Kepala Bea dan Cukai Langsa, Bupati Aceh Tamiang, Ketua DPRK setempat, dan Kepala BNNK Aceh Tamiang diwakili Kasi Pemberantasan.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Mau Berangkat ke Jambi, Polisi Tangkap Pemuda Aceh Bawa Ganja 15 Kg

MEDAN, Waspada.co.id – Seorang pemuda asal Aceh, Nova Rinaldi (19) penduduk Jalan Desa Nusa Tengoh, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: