Breaking News
Home / Aceh / Belasan Hektar Kebun Warga Diamuk Gajah
Kebun Warga Porak-Poranda Diamuk Gajah. (Foto: Tim CRU Cot Girek)

Belasan Hektar Kebun Warga Diamuk Gajah

LHOKSUKON,WOL – Belasan hektar perkebunan warga di Dusun Alue Buloh dan Bate Uleu, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara porak-poranda diamuk kawanan gajah liar. Sejumlah tanaman dalam kebun dilaporkan juga gagal panen.

Petani setempat, Johan kepada Waspada Online menyebutkan hingga hari ini, Senin (05/06) kawanan gajah masih berkeliaran di kawasan Dusun Alue Buloh. Kawanan gajah itu kata dia mulai masuki lahan warga sejak tadi malam.

“Mulai masuk ke lahan kami tadi malam, jumlah gajahnya sangat banyak. Saya dan petani lain juga tidak tidur untuk berupaya menghalau kawanan gajah itu, tapi apa boleh buat kita kalah dengan jumlahnya mereka yang begitu banyak,” ujar Johan.

Tanaman yang dirusak, kata dia, rata-rata tanaman pisang yang siap untuk dipanen. Kebun yang dirusak gajah liar itu mencapai empat hektar masing-masing pemilik, kendati petani belum mampu mengusirnya.

“Saat ini gajahnya sudah keluar dari kebun kami, tapi masih berkeliaran dikawasan ini. Upaya penghalauan terus kami lakukan dengan cara apa adanya, yang jelas kami terus menjaga agar kawanan gajah tersebut tidak kembali. Tapi prediksi gajah-gajah liar itu bakal kembali,” jelasnya.

Pekan lalu kawanan gajah liar juga merusak perkebunan warga di Dusun Bate Uleu. Ratusan tanaman pisang dan pinang diobrak-abrik, kendati tim Conservation Response Unit (CRU) Cot Girek berupaya menghalaunya dengan membunyikan petasan.

“Jumlah gajahnya sangat banyak, mereka berkelompok. Tidak ada cara lain kami untuk mengusir gajah-gajah, semua tanaman habis sudah diobrak abrik kawanan tersebut,” ujar Adi, petani setempat saat menghubungi Waspada Online.

Tim Leader CRU, Ardiansyah Board mengatakan, CRU Cot Girek saat ini belum ada tim khusus untuk melakukan patroli. Hanya saja mahout (pawang) gajah jinak CRU ikut patroli penanggulangan gajah liar jikapun dijemput komandan Patroli CRU.

“Sampai sekarang kita masih menunggu kapan tim patroli bisa bergabung untuk tugas CRU. Bahkan sejak bulan lalu hingga hari ini tim CRU kita belum mendapatkan dana operasional apapun untuk tim CRU,” ujar Board melalui pesan singkatnya.

Untuk itu pihaknya sangat berharap kepada warga maupun petani setempat untuk memaklumi dengan segala kondisi CRU sekarang ini.

Sementara warga juga berharap pihak terkait segera mendirikan camp CRU penanggulangan gajah liar yang sebelumnya telah di survei oleh tim Dinas Kehutanan Provinsi Aceh dan BKSDA Aceh di Dusun Alue Buloh.

Camp CRU yang telah ada di Dusun Bate Uleu, menurut warga jaraknya sangat jauh jika dilakukan penghalauan gajah liar. Dikarenakan pusat utama gangguan gajah liar ada di Dusun Alue Buloh tepatnya Paket 14.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali, Status Masih Waspada

  JAKARTA – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung meletus hingga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: