Home / Aceh / Banjir Terjang Aceh Utara
(WOL Photo)

Banjir Terjang Aceh Utara

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Bencana banjir lagi-lagi menerjang Kabupaten Aceh Utara. Kali ini, titik terparah melanda Kecamatan Samudera dan Syamtalira Aron. Banjir melanda sejak Sabtu (17/11), akibat tanggul jebol pasca hujan lebat.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Munawar, mengatakan banjir dengan ketinggian air mulai 30-80 centimeter merendam perumahan warga pasca hujan lebat yang menyebabkan tanggul jebol di Desa Mancang, Kecamatan Samudera.

(Chairul sya’ban)

“Ada beberapa kecamatan yang dilanda banjir hari ini, meliputi Kecamatan Sawang, Syamtalira Aron, Samudera, Matangkuli. Terparah terjadi di Syamtalira Aron dan Samudera,” ujar Munawar kepada Waspada Online di lokasi banjir, tadi sore.

Pihaknya bekerjasama dengan TNI Polri turun ke lokasi banjir dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir, di dua Kecamatan terparah. Banjir juga merendam ruas jalan nasional Banda Aceh-Medan tepatnya di Kecamatan Samudera dan Syamtalira Aron.

Namun, hingga Sabtu sore banjir di sebagian titik mulai kembali surut. Akan tetapi, meluas ke beberapa desa yang dataran rendah. Sementara hingga Sabtu malam, kata Munawar, banjir masih merendam sejumlah 18 desa di Kecamatan Matangkuli.

“Sejak Sabtu sore banjir di Samudera dan Syamtalira Aron mulai surut, namun di Kecamatan Matangkuli banjir masih ada, tercatat 18 desa yang tergenang hingga malam ini (Sabtu),” tukas Munawar dihubungi Waspada Online.

Sementara itu Deputi Bidang Meteorologi BMKG Indonesia, Mulyono R. Prabowo, dalam Press Realisnya menyebutkan BMKG memonitoring dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia telah diguyur hujan selama beberapa pekan terakhir yang menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

“Dalam lima hari ke depan berdasarkan pantauan dan analisis menunjukkan curah hujan dengan intensitas lebat masih terus berpeluang terjadi yang dapat berpotensi mengakibatkan bencana Hidrometeorologi antara lain genangan, banjir, longsor, banjir bandang, dan puting beliung,” terang Mulyono.

Kondisi cuaca didasarkan oleh analisis dinamika atmosfer dimana menguatnya massa udara dari Asia dan Australia mempengaruhi pembentukan daerah tekanan rendah dan pola-pola sirkulasi di sekitar wilayah Indonesia.

Selain itu, aliran massa udara basah dari Samudra Pasifik dan Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Sumatera, Jawa hingga Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara turut mendukung pertumbuhan awan hujan.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia hingga 19 November 2018 salah satunya Provinsi Aceh.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Banjir Kembali Kepung Aceh Utara

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Banjir kembali menerjang puluhan desa di tiga kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: