Home / Aceh / Banjir Seakan Tak Pernah Ada Solusinya
WOL Photo/Chairul Sya'ban

Banjir Seakan Tak Pernah Ada Solusinya

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Berbicara soal banjir tak pernah ada habisnya. Bencana banjir yang kerap melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara bahkan seakan tak pernah ada solusinya hingga mengalami kerugian bagi masyarakat.

Sejak Januari hingga Mei di tahun 2018 ini banjir masih saja melanda Kecamatan yang rawan bencana tersebut salah satunya Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas, Pirak Timu, dan Lhoksukon.

Untuk bulan Mei 2018 saja banjir sudah melanda hingga tiga kali di Kecamatan Matangkuli meski dalam skala kecil namun sangat membuat masyarakat jenuh dan resah dimana masyarakat harus menyelamatkan barang-barang berharga maupun hewan ternak mereka ke tempat yang lebih aman.

Hingga Sabtu (26/05) banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli meski dalam skala ringan akibat hujan lebat yang mengguyur dataran tinggi di Kecamatan Paya Bakong dan Kabupaten Bener Meriah.

Salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Aceh Utara asal Kecamatan Paya Bakong, Safrizal, mengatakan sungai kreuto di dataran tinggi Paya Bakong kerap meluap akibat diguyur hujan lebat walaupun dalam waktu singkat.

Dirinya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah Aceh Utara agar mencari solusi dengan cepat selain mengandalkan waduk yang saat ini dalam pembangunan, dan tidak hanya memberikan sejumlah bantuan masa panik kepada korban banjir.

“Sungai Kreutoe ini mengaliri Kecamatan Paya Bakong, Matangkuli, Tanah Luas, Pirak Timu dan Lhoksukon. Jadi, setiap diguyur hujan sungai Kreutoe kerap meluap karena debit airnya yang begitu tinggi. Maka harapan dari kita agar Pemerintah dapat memberikan solusi dengan cepat untuk pencegahan banjir selain memberikan bantuan kepada warga setiap kali terjadinya banjir,” ujar Safrizal ditemui Waspada Online.

Menurut dia, banjir juga disebabkan akibat adanya aktivitas illegal logging dan maraknya galian C.

“Salah satu penyebabnya mungkin akibat aktivitas illegal logging dan maraknya galian C. Untuk bulan Mei 2018 ini saja banjir sudah tiga kali melanda hingga membuat masyarakat mengalami kerugian, saya rasa Pemerintah perlu segera dengan cepat mencari solusinya,” tukas Safrizal.

Catatan Waspada Online, banjir besar pernah terjadi di Lhoksukon yang merupakan ibukota Aceh Utara hingga menggenangi ruas jalan Nasional pada Desember 2014.

Banjir yang sama juga pernah terjadi pada Desember 2017, banjir tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Rekonstruksi Pembunuhan Geuchik Matang Ceubrek 21 Adegan

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Sejumlah 21 adegan diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan terhadap, Ruslan Aji, yang tak lain ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: