Breaking News
Home / Aceh / Bakar Hutan Didenda Rp10 Miliar
Jajaran Polres Pidie menempelkan selebaran himbauan larangan bakar lahan.(WOL Photo/chairul sya'ban)
Jajaran Polres Pidie menempelkan selebaran himbauan larangan bakar lahan.(WOL Photo/chairul sya'ban)

Bakar Hutan Didenda Rp10 Miliar

SIGLI, WOL – Dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan, Kepolisian Sektor Sigli Kabupaten Pidie, Aceh, melalui jajarannya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahan, hutan, maupun kebun yang dapat menimbulkan terjadinya bahaya asap dan rusaknya lingkungan hidup.

Himbauan itu disampaikan melalui selebaran yang ditempelkan jajaran di seluruh Desa wilayah hukum Polres setempat, Selasa (13/06).

Hal ini juga merupakan salah satu upaya mewujudkan rasa aman dan kenyamanan kehidupan masyarakat.

”Saat ini wilayah kita telah memasuki musim kemarau dengan suhu yang cukup tinggi, sehingga menimbulkan kekeringan pada lahan dan hutan yang rawan terjadinya kebakaran,” ujar Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, melalui Kasubbag Humas, AKP Iskandar Leo.

Secara tegas pihaknya turut menyampaikan, bilamana ada oknum yang melakukan pembakaran hutan, lahan dan kebun yang menimbulkan kerusakan dan pencemaran maka akan diberikan tindakan hukum yang tegas dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara.

”Ancaman hukuman penjara minimal tiga tahun penjara dan maksimal sepuluh tahun serta denda Rp15 miliar. Hal ini sebagaimana ketentuan Pasal 108 JO Pasal 69 Huruf H UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Dan atau Pasal 48 UU Nomor 18 Tahun 2004 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua titik api terdeteksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masing-masing di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh hingga Sabtu (10/06). Sebelumnya terdapat 46 titik api yang terdeteksi, namun terus berkurang karena diguyur hujan.

“Dua hari lalu Aceh terdapat titik panas yang jumlahnya mencapai 46 titik. Alhamdulillah dua hari setelah itu Allah kirimkan hujan, dan ini dapat dilihat dari peringatan BMKG,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang Aceh Besar, Zakaria, Minggu (11/06).

Disebutkan, dua titik api yang terdeteksi merupakan pantauan satelit Terra Aqua BMKG pada pukul 09:00 Utc atau pukul 16:00 WIB di wilayah Nagan Raya dengan tingkatan kepercayaan 71-80 persen. Aceh, katanya sudah memasuki musim kemarau.(wol/chai)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo

3 Sindikat Curanmor Meringkuk di Kantor Polisi

MEDAN, WOL – Personil Unit Reskrim Polsek Percut Seituan mengungkap kasus pencurian becak bermotor milik Hotma ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.