Home / Aceh / Angin Puting Beliung Rusak Rumah di Pirak Timu
WOL Photo

Angin Puting Beliung Rusak Rumah di Pirak Timu

LHOKSUKON, Waspada.co.id – Sejak dua hari terakhir hujan lebat mengguyur sejumlah Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, terutama Kecamatan Pirak Timu. Tepat pada hari Sabtu (06/10) sore sebelum hujan mengguyur dengan lebat, muncul awan mendung tebal berwarna hitam.

Keresahan warga saat itu semakin menjadi, khususnya Kecamatan Pirak Timu yang saat itu banjir merendam sejumlah desa. Awan mendung berwarna hitam itu bahkan menimbulkan pusaran angin puting beliung yang turun menghantam sebuah pohon Seuntang dan menimpa rumah salah seorang warga.

Seketika, rumah milik Salamah (46) di Dusun Sejahtera Desa Leupe, Pirak Timu, rusak ketimpa pohon Seuntang sebesar pohon sagu. Sekilas, Salamah yang tercatat sebagai warga miskin tiga anak ini menceritakan kejadian itu saat Waspada Online menyambangi kediamannya, Minggu (07/10).

Didampingi putra keduanya, Mansyur (28) dan Geuchik setempat, Zainal Abidin, Salamah menceritakan kejadian yang dialaminya. Detik-detik angin melanda ia sedang dirumah tetangga membantu persiapan pesta pernikahan, dengan tiba-tiba angin itupun tiba diatas rumahnya yang berputar kencang.

Ia bergegas masuk kedalam rumah, dalam suasana yang penuh panik ia mencoba untuk menyelamatkan putra pertamanya, Sulaiman (30) yang sudah lima tahun mengalami sakit jiwa. “Suasana panik, saya mencoba menyelamatkan anak saya yang sakit sambil mengajaknya berucap menyebut nama Allah,” cerita Salamah.

Ia terus berusaha menyelamatkan diri bersama anaknya. “Saya bilang ke dia (Sulaiman), mengucap Nak, mengucap Lailahailallah. Dan, barulah kami bisa keluar dari rumah dengan selamat dalam keadaan rumah saya ketimpa pohon Seuntang,” demikian Salamah menceritakan kejadian tersebut.

Hanya bisa pasrah ketika melihat rumahnya rusak terlebih lagi rumahnya yang terbuat dari papan dan tepas sudah mulai lapuk dimakan usia yang ditempati sudah selama sepuluh tahun lebih. Ia tak menyangka kalau puting beliung yang datang tiba-tiba merusak rumahnya.

Selama ini, Salamah juga mengaku adanya beberapa orang yang kerap mengabadikan kondisi rumah reotnya yang diiming-iming bakal mendapatkan rumah layak huni. Lantas, hingga rumahnya ketimpa pohon iapun belum mendapatkan rumah layak huni.

Bahkan, kini ia bersama anaknya mengungsi ke Mesjid yang ada di Desa setempat. “Sementara saya dan anak tinggal di Mesjid,” pungkas Salamah. Geuchik Desa Leupe, Zainal Abidin, mengatakan bahwa Salamah adalah salah satu warga miskin di desanya yang kini menjadi kepala keluarga.

“Ya, Buk Salamah ini warga miskin di desa ini, jadi pasca kejadian untuk sementara tinggal di Mesjid sambil mencari solusi untuk bagaimana nantinya ibu ini bersama anaknya bisa menempati rumah yang layak. Lagi pula saat kejadian sekira pukul 16.30 WIB desa kita ini sedang banjir,” ujar Zainal Abidin.

Camat Pirak Timu, Ismohar, yang dikonfirmasi Waspada Online mengatakan pihaknya telah menyerahkan bantuan masa panik yang didatangkan dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara. “Insyaallah bantuan juga menyusul dari Baitul MAL Kabupaten Aceh Utara. Ibu Salamah bersama anaknya juga selamat dari kejadian ini,”

Salamah, kini ia meski bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi ia sekarang menjadi kepala keluarga yang harus berjuang untuk bertahan hidup dengan merawat anak pertamanya yang sedang sakit.(wol/chai/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Topan Terburuk Dalam 25 Tahun Terakhir Hantam Jepang

TOKUSHIMA,Waspada.co.id – Prefektur Tokushima Jepang diterjang topan Jebi, Selasa (4/9). Topan ini tercatat jadi badai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: