_
Home / Aceh / Akses Jalan Tertimbun Longsor, 2 Desa di Kecamatan Linge Aceh Tengah Terisolasi
WOL Photo/Bustanuddin

Akses Jalan Tertimbun Longsor, 2 Desa di Kecamatan Linge Aceh Tengah Terisolasi

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Akibat Akses Jalan satu-satunya menuju perkampungan penduduk tertimbun material longsor, masyarakat Desa Delung Sekinel dan Desa Kute Reje di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah terisolasi hampir 13 hari. Hal ini dikatakan salah seorang warga Linge, Serta Lia Gali (35) kepada Waspada Online, Minggu ( 23/12), melalui telepon seluler.

Dikatakan, masyarakat kedua desa tersebut sangat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah atau Provinsi Aceh peduli terhadap keberadaan masyarakat Kecamatan Linge, khususnya mengenai pembangunan dan pemeliharaan ruas jalan yang ada di Kecamatan Linge.

“Kami tetap berharap siapa tahu besok atau lusa akan ada alat berat yang datang untuk membuka jalan akibat tertimbun longsoran itu,” jelasnya. Itulah ucapan warga yang keluar setiap harinya. Hingga berita ini diturunkan sudah 13 hari kedua desa ini terkurung.

Namun warga tidak putus asa, berhari-hari alat berat yang ditunggu tidak kunjung tiba, akhirnya warga bergotong-royong sebisanya. Yang penting bisa dilalui oleh kenderaan roda 2. “Karena kami khawatir ada sesuatu hal ataupun ada kebutuhan lain yang sifatnya mendadak. Sekiranya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua, dan hari ini sudah memasuki hari kesembilan kami bergotong royong, sejak ruas jalan ini tertimbun pada Selasa (11/12) lalu,” jelas mereka.

Jarak ±90 KM dari Kota Kabupaten Aceh Tengah ke pedalaman Kecamatan Linge ini agaknya menjadikan daerah ini semakin terisolir. Disamping sulitnya dijangkau jaringan sinyal handphone, juga ketiadaan listrik pun turut melengkapi penderitaan selama berhari-hari masyarkat kedua desa ini.

Dalam seminggu, listrik di sini hanya menyala satu hari penuh, selebihnya sebentar hidup sebentar mati. “Semoga tahun demi tahun desa ini bisa berubah dan menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, maupun Pemerintah Provinsi Aceh, sebagai mana desa lainnya,” jelas warga penuh harap.

Menanggapi persoalan ini, Ketua LSM Aliansi Indonesia Biro wilayah Tengah, Firman, yang dihubungi Waspada Online Minggu (23/12) di Blangkejeren menegaskan, hendaknya Pemerintah Provinsi Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pembangunan dan perbaikan ruas jalan di daerah ini.

Apalagi wilayah Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah menyimpan situs-situs peninggalan sejarah Kerajaan Islam zaman dulu yang menjadi cikal bakal Kerajaan Aceh Darussalam. Jadi sudah sewajarnya Pemerintah Provinsi Aceh melalui dana DOKA, agar membuka mata dan perhatiannya, terhadap pembangunan sarana dan prasarana di Kecamatan Linge,” tegas nya. (wol/bus/data1)
Editor: M Agus Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.