Home / Aceh / Adat Mukim Bandar Baro Sepakat Jaga Alam dan Lindungi Satwa di Cot Girek
WOL Photo/chairul sya'ban

Adat Mukim Bandar Baro Sepakat Jaga Alam dan Lindungi Satwa di Cot Girek

LHOKSUKON,WOL – Sejumlah aparatur Gampong maupun Imum Mukim yang tergabung dalam Mukim Bandar Baro, siap untuk menjalankan poin-poin dari kesepakatan adat Mukim Bandar Baro tentang pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan perlindungan satwa liar khususnya di dalam wilayah Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Hal itu sebagaimana disampaikan Mukim Bandar Baro, Tgk. Asnawi saat dikonfirmasi Waspada Online sehubungan sosialisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan perlindungan satwa liar yang digelar oleh Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) di Aula Kantor Kecamatan Cot Girek, Senin (05/03).

“Saya selaku Mukim Bandar Baro siap untuk menjalankan kesepakatan adat mukim Bandar Baro, yang bahwa kita harus saling menjaga hutan daerah kita khususnya di Kecamatan Cot Girek dan tentunya menjaga satwa-satwa liar yang langka. Jika ada yang melanggar, kita siap untuk menindak tegas,” ujar Tgk. Asnawi.

Sementara itu Attailah selaku Koordinator Lapangan dari FDKP, mengatakan selain Mukim Bandar Baro ada Mukim-Mukim lain di Aceh Utara yang telah menyepakati hal yang sama, seperti Mukim Rampah Langkahan, Sawang, Geureudong Pase, Pirak Timu, Buloh Blang Ara dan Pantee Bahagia. Nantinya, para tujuh Mukim tersebut diharapkan mampu mensosialisasikan pengelolaan SDA dan perlindungan satwa.

“Dari kegiatan ini setelah adanya kesepakatan adat Mukim Bandar Baro maka diharapkan mampu mensosialisasikan hingga ke Desa masing-masing untuk menjaga kelestarian alam maupun satwa-satwa liar yang dilindungi dan hampir punah,” ujar Attailah.

Selain itu dalam materi yang disampaikannya kepada Mukim, bahwa perlindungan satwa adalah melindungi semua jenis Sumber Daya Alam hewani baik yang hidup diudara, darat, maupun air. Satwa dilindungi adalah jenis satwa yang karena populasinya sudah sangat kecil serta mempunyai tingkat perkembangan yang sangat lambat karena pengaruh habitat, pemburuan, maupun ekosistem.

Kesepakatan ini juga menjelaskan delapan pasal, diantaranya Pasal 1 tentang kesepakatan adat Mukim, Pasal 2 tentang perlindungan satwa, Pasal 3 tentang kawasan satwa, Pasal 4 tentang perlindungan hutan kawasan satwa, Pasal 5 tentang pemanfaatan kondisi lingkungan kawasan pelestarian alam, Pasal 6 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar, Pasal 7 tentang aturan larangan dan sanksi di Sungai Alur dan mata air, dan Pasal 8 tentang aturan larangan dan sanksi di DAS.(wol/chai/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Banjir Rob Terjang Pemukiman Warga di Kecamatan Seuneuddon

LHOKSUKON,Waspada.co.id – Banjir rob yang disebabkan pasang purnama terjadi di Desa Matang Puntong dan Lhok ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: