Breaking News
Home / Aceh / 2 Pembunuhan di Aceh Utara Direkonstruksi
WOL Photo
WOL Photo

2 Pembunuhan di Aceh Utara Direkonstruksi

LHOKSUKON,WOL – Kepolisian Resort Aceh Utara menggelar Rekonstruksi dua pembunuhan di dua tempat berbeda, Kamis (11/01).

Masing-masing rekonstruksi dilakukan di Desa Buket Linteung Kecamatan Langkahan dengan 22 adegan, dan Desa Cibrek Tunong Kecamatan Syamtalira Aron dengan 25 adegan.

Dalam rekonstruksi di Desa Cibrek Tunong, polisi menghadirkan tersangka Akiong. Sedangkan rekonstruksi di Desa Buket Linteung, polisi menghadirkan tersangka Muhammad alias Amad Gayo bersama saksi, Adam Thaib. Dalam dua rekonstruksi itu menunjukkan bagaimana tersangka saat menghabisi nyawa korbannya.

Dalam adegan rekonstruksi di Desa Cibrek Tunong, tersangka Akiong sebelum menghabisi nyawa korbannya, Aisyah (80), sempat bermain game di Smatrphone yang ia miliki di depan rumah korban. Lalu, tersangka meminta izin masuk untuk membuang air kecil, dan dihantar korban hingga kedepan pintu toilet dalam rumah.

“Tersangka datang ke rumah korban seorang diri dengan menggunakan sepeda motor jenis honda beat warna hitam bernopol BL 4316 KB pada hari Jum’at 22 Desember 2017 sekira pukul 13.00 wib. Tersangka sempat bermain game sambil menunggu datangnya anak korban setelah mengetuk pintu rumah korban,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ir. Untung Sangaji.

Usai buang air kecil, tersangka memegang tangan kiri korban untuk membuka cincin korban dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan tersangka memegang lengan kiri korban dan korban sempat melawan. Tersangka terus menarik korban ke arah WC sambil membuka cincin di jari tangan kiri korban, sedangkan tangan kanan tersangka mencekik leher korban.

Setelah berhasil mengambil cincin tersebut, korban didorong tersangka hingga jatuh ke dalam sumur dengan posisi kepala ke bawah dan kaki diatas. Tak sampai disitu, tersangka bahkan masuk ke dalam kamar untuk mencari emas dan uang milik anak korban.

Tersangka Akiong mengambil empat unit HP berbagai merek beserta uang tunai Rp50 ribu yang ditaruh diatas meja rias dan dalam lemari milik korban. Setelah itu, ia keluar melalui pintu garasi dan kabur kearah Simpang Mulieng.

Rekonstruksi di Desa Buket Linteung, menunjukkan bahwa pada hari Sabtu 02 September 2017 sore sekira pukul 16:00 Wib, saksi Adam Thaib bertemu dengan tersangka, Muhammad alias Amad Gayo dikawasan kedai kopi desa setempat. Pertemuan itu merencanakan untuk mengambil surat tanah di rumah Musliadi alias Kolek, jika berhasil akan mendapatkan upah Rp 5 juta.

Kemudian, pada Rabu 06 September 2017 sekira pukul 18:30 Wib, keduanya kembali bertemu namun kali ini berlangsung disebuah warung. Dalam menjalani aksinya, Amad Gayo masuk kedalam rumah Musliadi anak korban, Rudaimah (70), melalui pintu samping dan dijaga oleh Adam Thaib agar terhindar dari pantauan orang lain.

Tersangka di dalam rumah itu mencari surat tanah hingga memasuki kamar dan dapur rumah korbannya. Dalam pencarian itu tersangka mendapatkan sebilah pisau, lalu dipegangnya. Pencarian surat tanah terus dilakukannya hingga kepergok oleh Rudaimah.

Sedangkan Adam Thaib yang tadinya berjaga di pintu masuk, memilih kabur dengan menggunakan sepeda motornya setelah dari dalam rumah itu mendengar suara korban memergoki tersangka. Tak sampai disitu, tersangka yang masih didalam rumah justeru membekap mulut korban dan memukul dibagian punggung pakai gagang pisau.

Dalam adegan itu bahkan tersangka menunjukkan bagaimana ia menghabisi nyawa korbannya. Jasad korban diletakkan di pintu rumah, dan pisau yang ia gunakan diletakkan tepat disamping jasad korban. Usai melakukan aksinya, tersangka kabur melalui pintu belakang ke arah Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.(wol/chai/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

WOL Photo/Chairul Sya'ban

Banjir Aceh Utara Hingga ke Desa-desa Dataran Rendah

LHOKSUKON, WOL – Bencana banjir hingga Kamis sore (4/1), masih merendam sejumlah desa di beberapa ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.