Wahyu Setiawan Ditangkap KPK, KPU Klaim Kepercayaan Publik Masih 70%

Ketua KPU RI Arief Budiman. (foto: Ist)
agregasi

JAKARTA – Pasca ditangkapnya Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh KPK, Ketua KPU Arief Budiman mengklaim kepercayaan publik terhadap lembaganya masih tinggi, terutama jelang Pilkada 2020.

Arief menyebut kepercayaan publik terhadap KPU masih di atas 70 persen. Meskipun angka tersebut dikatakannya menurun jika dibandingkan dengan sebelum adanya kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.

“Survei tentang kepercayaan KPU masih cukup tinggi. Kalau dulu kepercayaannya itu selalu di atas 80 persen,” ucap Arief di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

“Yang terakhir saya baca di beberapa tempat itu menurun, tapi masih di atas 70 persen, itu yang dilakukan oleh pihak lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Arief menegaskan kejadian yang menimpa rekanannya tidak mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh KPU. Ia memastikan kebijakan masih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Artinya kebijakan yang sudah dibuat oleh KPU, itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Tidak terpengaruh karena ada tekanan, ada intervensi, bahkan mungkin karena ada gratifikasi, itu tidak beri pengaruh akan keputusan atau kebijakan KPU,” tuturnya.

Arief juga terus mengingatkan kepada seluruh komponen pihaknya, seperti di bagian provinsi, kabupaten dan kota untuk menjaga terus kepercayaan publik dengan menjalankan kebijakan sesuai aturan.

“Saya mengingatkan kepada mereka, KPU adalah lembaga yang nasional, tetap dan kemandirian, itu harus dijaga. Kemandirian itu ditunjukan ketika KPU membuat kebijakan, ketika membuat keputusan, itu dilakukan secara mandiri, tidak berdasarkan pesanan dari pihak lain, tidak berdasarkan tekanan pihak lain, iming-iming dari pihak lain,” tutup Arief.