Wagubsu Berharap Produksi Gula Terus Meningkat

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

SEI SEMAYANG, Waspada.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, meresmikan Giling Perdana Pabrik Gula PTPN II Sei Semayang, Selasa (25/2). Peresmian ditandai dengan pelemparan tebu ke mesin giling oleh Wagub.

Dikatakan, peresmian beroperasinya kembali pabrik ini diharapkan dapat menambah produksi gula yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Sumut dan mengurangi impor gula. Apalagi dirinya telah menghitung bahwa satu orang butuh gula untuk dikonsumsi setidaknya 50 gram/hari. Jika harga rata-ratanya Rp16.000, maka biaya per orang Rp800/hari.

“Mungkin bagi yang berkecukupan harga ini tidak begitu berarti. Tetapi jumlah ini bagi masyarakat yang ekonominya terbatas pasti berpengaruh,” ujar Wagubsu.

Selain itu, operasional pabrik gula ini akan berdampak pada perekonomian masyarakat, setidaknya bagi karyawan yang berjumlah sekitar 4.000-5.000 orang. Jika dirata-rata jumlah satu keluarga ada empat, maka akan melibatkan sedikitnya 16 ribu jiwa.

“Kami berharap semoga perusahaan (PTPN II, PTPN III, dan PTPN IV) yang ada di Sumut ini dapat sehat. Karena kalau sehat, bisa berpengaruh pada kita dan masyarakat kita,” sebut Musa yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck menyebutkan bahwa Sumut punya potensi besar di sektor perkebunan. Mulai dari sawit, karet, tembakau, teh, coklat, dan lainnya. Yang bertahan maksimal sejauh ini, menurutnya adalah perkebunan sawit sebab komoditi lain seakan redup.

“Coklat kita juga tidak maksimal. Kami kemarin kedatangan tamu dari Dubes Swiss dan bercerita tentang investasi. Sampai saya bilang mereka hebat punya coklat terbaik di dunia. Indonesia yang punya pohonnya (bahan mentah) hanya menanam, tidak bisa mengolah sampai barang jadi,” sebutnya.

Untuk pabrik gula sendiri, lanjut Ijeck, didukung dengan luas areal perkebunan tebu sekitar 8.500 Ha yang produktif dari total 11.000 Ha yang ada. Persoalannya adalah sebagian lahan dikuasai penggarap dan pihak luar.

Sebagai BUMN, Direktur Pemasaran PTPN III (Holding) Dwi Sutoro mengatakan perusahaan ini dituntut dari aspek komersial bisnis untuk mendukung pendapatan pabrik gula agar operasionalnya berjalan berkesinambungan.

“Kita tidak bisa jalankan semua komoditi. Tetapi dengan tekad menentukan enam komoditi utama dan gula adalah salah satu harus kita dukung. Termasuk aspek strategis, di mana produksi gula kita di bawah dari kebutuhan domestik. Dari kebutuhan 3 juta ton/tahun, produksi rata-rata 2,2 juta ton,” jelasnya.

Karena itu, kehadiran pabrik di Sei Semayang sedikit banyaknya menurunkan ketergantungan terhadap impor gula. Dirut PTPN II, M Iswan Achir Parinduri, berharap peresmian kembali pabrik gula menjadi momentum kebangkitan sebagaimana cita-cita bersama menuju perusahaan yang sehat dan karyawan sejahtera.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL