Tuduh Wiranto Otak Kerusuhan di Papua, Hanafi Dituntut 2 Tahun Penjara

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Menghina Wiranto dengan menyebarkan berita bohong melalui sosial media facebook, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lince Rosmini menuntut terdakwa Muhammad Hanafi (22) 2 tahun penjara.

Menurut jaksa, terdakwa telah melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE

“Dengan ini meminta majelis hakim untuk menjatuhi terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara,” pinta jaksa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik, Selasa (11/2).

Dalam dakwaan sebelumnya, jaksa menuturkan, bahwa petugas Cybercrime Polda Sumut berhasil meringkus terdakwa Muhammad Hanafi (22) menggunakan akun facebook palsu. Pasalnya, terdakwa melalui akun facebook Muhammad Hanafi, memosting kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto berserta caption pencemaran nama baik.

Dalam isi statusnya bertuliskan seperti ini. “Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua” Lalu terdakwa unggah di dinding akun facebook miliknya. Serta dengan caption ‘Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai.”

Namun, dalam sidang kesaksian, saat dicerca hakim, terdakwa Muhammad Hanafi mengaku, alasannya mengunggah postingan tersebut karena tidak ingin Papua pisah dari Indonesia.

Lebih lanjut, usai pembacaan tuntutan dari jaksa, hakim menunda persidangan hingga minggu depan.

“Sidang kita tunda sampai minggu depan, dengan agenda pembelaan terdakwa,” tutup hakim.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN