Tak Ingin Papua Lepas, Pria Ini Posting “Hukum Mati Wiranto, Tembak Pakai Bazoka”

Terdakwa Muhammad Hanafi. (WOL Photo/Ryan)

MEDAN, Waspada.co.id – Terdakwa Muhammad Hanafi (22) mengaku karena tidak ingin Papua pisah dari Indonesia, makanya terdakwa memposting barita hoax dan pencemaran nama baik Wiranto.

Dikutip dari dakwaan, terdakwa melalui akun FB Muhammad Hanafi, memosting kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto berserta caption pencemaran nama baik. Dalam isi statusnya bertuliskan seperti di bawah ini.

“Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua. “Lalu terdakwa unggah di dinding akun facebook miliknya. Serta dengan caption ‘Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai,”. Isi postingan terdakwa di akun Facebook.

“Saya posting seperti itu karena saya tidak ingin Papua lepas dari Indonesia yang mulia,” ucap Hanafi, di hadapan Majelis Hakim diketuai Erintuah Damanik di Ruang Cakra V, Selasa (4/2).

Mendengar jawaban terdakwa, majelis hakim langsung marah kepada terdakwa, karena menurut majelis itu bukan perilaku yang baik untuk mengkritik pemerintah.

“Saya juga gak ingin Papua lepas, kalau saudara tidak pingin lepas, demo ke dprd sana. Jangan buat postingan hoax,” cetus hakim.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Ketua majelis hakim, Erintuah Damanik pun menunda persidangan dengan beragendakan tuntutan.

“Sidang kita tunda minggu depan dengan agenda tuntutan,” ucap hakim sambil mengetuk palu.

Perbuatan terdakwa di ancam dengan pidana Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana selama 6 tahun.(wol/ryan/data3)