Sebar Video Mesum Mantan Pacar, Andry Diadili

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Terdakwa Andry Retrianto warga Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, diadili setelah nekad sebarkan video mesum dirinya dengan mantan pacarnya kepada teman-teman.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan, menuturkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Selanjutnya, jaksa menjelaskan bahwa kasus bermula pada bulan Agustus Tahun 2018 terdakwa menjalin hubungan dengan saksi Sari Ayu Monica sejak bulan Oktober dan berakhir pada tanggal 15 September 2019 dan pada tanggal 26 September 2019 sekira pukul 10.00 WIB, saksi menerima kiriman video dan pesan melalui media sosial WhatsApp dengan kata.

“Maaf ya bang, mau kuhapusi semua selebihnya ngak tau yang dia ditawar sejuta, dua juta sama bos-bos dia di toko roti itu. Dan selanjutnya saksi mengkonfirmasi kepada kedua orangtua saksi,” ucap Randi Tambunan, di hadapan hakim yang diketuai Syafril Batubara, di Ruang Cakra V, Rabu (26/2).

Bahwa pengiriman dan penyebaran konten yang melanggar kesusilaan tersebut, lanjut jaksa, yaitu pada tanggal 26 September 2019 sekira pukul 10.00 WIB di Dusun 1, Jalan Pringgan, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, yang dilakukan oleh terdakwa dengan menggunakan media sosial WhatsApp nomor 082160602XXX.

“Dan Konten yang melanggar kesusilaan tersebut dikirimkan kepada Saksi Nanda Diki Frastama melalui dengan nomor WhatsApp 085277923XXX, dan Fandi Willi Yanto dengan nomor WhatsApp 082294014XXX,” tuturnya.

Jaksa melanjutkan, saksi mengenal dengan akun WhatsApp dengan nomor 082160602XXX yaitu terdakwa Andry Retrianto adalah mantan pacara saksi dan pertama kali mengenal terdakwa ketika saksi duduk di bangku SMP.

“Bahwa Konten yang dikirimkan dan disebarkan oleh pemilik akun Whatsapp dengan nomor 082160602XXX atas nama Andry Retrianto tersebut berupa video sedang melakukan hubungan seperti suami istri antara saksi dengan terdakwa pada sebuah kamar hotel yang dilakukan pada saat kami masih berstatus berpacaran,” tambah jaksa.

Setelah itu saksi mengetahui dan dalam keadaan sadar pada saat dianya merekam video tersebut, dan dianya mengatakan bahwa video tersebut direkam hanya untuk konsumsi pribadi dan lucu-lucuan dan berjanji akan menghapus video tersebut setelahnya.

“Namun setelah kami putus hubungan ternyata dianya masih menyimpan video bermuatan pornografi tersebut dan mengirimkan serta menyebarkan video tersebut kepada abang-abang saksi.
Bahwa video yang dibuat dan direkam oleh terdakwa Andry Retrianto dan saksi tidak mengetahui secara pasti sudah berapa kali saksi sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan terdakwa Andry Retrianto,” ucapnya lagi.

Namun, perbuatan tersebut semuanya terdakwa lakukan sendiri, sehingga atas perbuatan terdakwa saksi merasa keberatan dan melaaporkan ke Polda Sumut agar diproses.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 27 ayat 1 Jo. Pasal 45 ayat 1 UU RI No. 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE,” pungkas jaksa. (wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN