Posting Berita Hoax Wiranto, PH: Terdakwa Kurang Cermat Dalam Bertindak

WOL Photo/Ryan

MEDAN, Waspada.co.id – Sidang lanjutan kasus postingan berita hoax dan pencemaran nama baik Wiranto dengan terdakwa Muhammad Hanafi (22) kembali digelar di Ruang Cakra V, Kamis (20/2) dengan agenda pledoi.

Diketahui, minggu lalu Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Muhammad Hanafi dengan hukuman 2 tahun penjara. Menurut jaksa, perbuatan terdakwa sebagaimana di atur dalam Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Dalam pledoinya, terdakwa Hanafi melalui Penasihat Hukum (PH) mengakui bahwa terdakwa hanyalah seorang pemuda yang terlalu-larut dalam huru hara media sosial dan kurang cermat dalam bertindak.

“Jika penyidik dan JPU memang benar-benar mewakili negara untuk melawan hoax dan ujaran kebencian, mengapa sasaran utama mereka bukan para ahli-ahli dadakan itu, dengan mencari makan menjadi buzzer-buzzer politik,” ujar PH, di hadapan majelis hakim yang diketuai, Erintuah Damanik.

Majelis hakim, lanjut PH terdakwa, kami menginsafi bahwa dunia Internet bukanlah zona bebas hukum. Namun, oleh karena adanya seperangkat HAM yang dilindungi, maka penerapan hukum di ranah online dalam konteks kebebasan berpendapat dan berekspresi haruslah diterapkan semata-mata dengan tujuan yang sah.

“Maka dengan ini, meminta kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman yang seringan-ringannya kepada terdakwa dan membebankan biaya perkara kepada negara,” pungkasnya.

Demikian usai pembacaan pledoi oleh terdakwa, hakim menutup persidangan dan melanjutkannya minggu depan. “Sidang kita lanjutkan minggu depan, dengan agenda putusan,” tutup hakim.

Dikutip dari dakwaan sebelumnya, terdakwa melalui akun FB Muhammad Hanafi, memosting kalimat dari Youtube, terhadap foto Wiranto berserta caption pencemaran nama baik. Dalam isi statusnya bertuliskan seperti berikut,

“Terungkap dalangnya Wiranto otak rusuh Papua.” Lalu terdakwa unggah di dinding akun facebook miliknya. Serta dengan caption, “Hukum mati dia (Wiranto), nembaknya pakai bazoka. Ayo kita saksikan beramai-ramai,” demikian isi postingan terdakwa di akun Facebook.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN