Pengoperasian Transportasi Massal BTS Prematur

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS.

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS, menilai wacana pengoperasian transportasi massal skema Buy The Service (BTS) dalam waktu dekat terlalu prematur. Pasalnya sampai dengan saat ini, wacana pengoperasian transportasi massal tersebut tidak didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Hendra pun mencontohkan, halte khusus dan jam trayek belum disesuaikan dengan angkutan massal yang sudah berjalan.

“Ini kan bantuan dari pemerintah pusat, jadi tidak ada lagi sistem setoran. Jadi pemilik angkutan sangat diuntungkan di sini. Memang, program ini sangat bagus, tapi sarana dan prasarananya tidak mendukung, kan bisa jadi sia-sia program ini,” katanya, Selasa (11/2).

Hendra menambahkan, sejatinya masyarakat Kota Medan sangat menginginkan adanya terobosan Pemko Medan dalam hal mengatasi kemacetan di kota ini yang sudah mengarah pada tingkat kepadatan arus lalulintas. Namun, keberadaan transportasi massal ini jangan sampai menimbulkan permasalahan baru di tengah-tengah masyarakat.

“Soal jalur, Pemko Medan bisa mengajukan pembangunan jalan layang. Jari secara perlahan, tingkat kemacetan di Kota Medan khususnya pada jam-jam tertentu bisa terurai. Bukan ujug-ujug main tampung aja program dari pusat tanpa memikirkan kaidah-kaidah yang ada,” ketusnya.

Lebih lanjut Hendra meminta Pemko Medan berkaca pada program transportasi massal Mebidang (Medan-Binjai dan Deli Serdang), yang kini kurang dimintai masyarakat.

“Coba lihat transportasi Mebidang, jadi apa sekarang? Haltenya sudah berubah fungsi dan masih banyak persoalan lainnya. Jadi, untuk Pemko Medan agar mengkaji lebih dalam sebelum menerima program-program dari pusat. Jangan terkesan berorientasi proyek,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution telah menguji coba lintasan transportasi massal Skema Buy The Service (BTS), Rabu (5/2) lalu. Pengujian dilakukan terkait akan segera dioperasikannya angkutan perkotaan sistem BTS di Kota Medan. Dan direncanakan, BTS akan dioperasikan pada April mendatang dengan menggunakan 81 unit bus.

“Selama setahun uji coba BTS berlangsung, masyarakat gratis menggunakan bus massal tapi harus menggunakan e-money dengan nol saldo,” tukas Akhyar kala itu.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN