Pencegahan Karhutla Fokus Pemprovsu

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tahun ini. Hal ini dikatakan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Gubsu di hadapan unsur Forkopimda pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengendalian Karhutla di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (12/2).

Gubsu menyampaikan bahwa dirinya telah dipanggil menemui Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu di Jakarta untuk membicarakan antisipasi/pengendalian karhutla di sejumlah provinsi, khususnya Sumut. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pengalaman tahun sebelumnya yang mengakibatkan hal serius bahkan hingga berdampak ke negara lain.

“Dari kejadian-kejadian ini, presiden meminta kita agar hal ini diantisipasi. Karena di Februari ini ada 30 hektar (lahan) yang terbakar di Karo,” ujar Gubsu.

“Khususnya kepada pengusaha pemilik lahan, agar pengelolaan lahan itu kalian jangan macam-macam. Perlu juga nanti ada semacam penghargaan kepada yang menjaga dan hukuman kepada pelanggar. Saya berharap 2020 ini bisa bebas. Tetapi karena sudah terjadi, kita lakukan pencegahan,” tegasnya.

Dari pertemuan tersebut, Gubernur memberikan sejumlah arahan untuk bisa dijalankan seluruh pemerintahan hingga tingkat terbawah. Terutama dirinya menyebutkan peran penting dari unsur desa, mulai dari kepala desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas. Karena itu, juga diperlukan langkah sosialisasi ke pedesaan.

“Memperkuat Tim Terpadu Karhutla yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 188/2017. Mengaktifkan kelompok masyarakat dan desa-desa peduli api dalam pencegahan Karhutla. Memanfaatkan data hotspot BMKG sebagai bentuk peringatan dini, termasuk antisipasi perubahan iklim agar bisa dicarikan solusi permanen untuk Karhutla,” jelas Edy.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, menegaskan dukungan jajarannya terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan, termasuk menggelar pertemuan dan apel siaga dalam rangka penanggulangan bencana karhutla.

“Tidak ada tempat bagi pembakar hutan di Sumut. Saya menyambung yang disampaikan Gubernur tadi. Sebab jika ini kita biarkan, maka 20 tahun lagi Sumut akan hancur. Sumut ini kan kampung saya. Karena itu, kami sarankan agar mengaktifkan peran Babinsa, Babinkamtibmas, dan kepala desa,” sebut Kapolda mendukung langkah pencegahan melibatkan seluruh unsur terkait.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL