Ormas Melayu: Wali Kota Medan “Harus” Orang Melayu

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Agar tidak mengabaikan Tanah Melayu Deli, Ormas Melayu se-Kota Medan menyatakan Wali Kota Medan 2020-2024 orang Melayu.

“Kami bukan berniat untuk mengkotak-kotakkan suku di Medan ya, tetapi dengan melihat sejarah Kota Medan adalah Tanah Melayu Deli, maka kami meminta agar masyarakat dapat memahami bahwa Tanah Deli adalah Tanah Melayu yang tidak boleh dilupakan. Jadi kami menginginkan agar Tanah Deli ini benar-benar sebagai Tanah Negeri Melayu, sehingga kami mengusulkan untuk wali kota ke depan harus orang Melayu,” tutur Ketua Panitia Deklarasi Ormas Melayu Se-Kota Medan, Yans Abdullah kepada Waspada Online, Kamis, (20/2).

Yans juga menjelaskan, melalui musyawarah Ormas Melayu, merekomendasikan empat nama balon wali kota untuk dipertimbangan dalam Pilkada Medan 2020 nanti. Yaitu, Sakhyan Asmara, Kolonel Syaiful Azhar, M Syafii, dan Hefriansyah Noor.

“Kita sepakat demi kebersamaan, kita mengusung ke empat ini. Kita akan memberikan dukungan ke partai politik yang ada di pusat, ini Tanah Deli, ini Tanah Melayu kita ingin orang Melayu yang memimpin kota Medan ini,” tegasnya.

Dirinya juga menambahkan, Ormas Melayu sepakat mengusung empat tokoh Melayu untuk diusung, mau dipilih menjadi wali kota ataupun wakil wali kota, kita menerima dan dukung. Kita ingin sukseskan pilkada ini dengan mengusung kandidat Melayu, karena ini Tanah Deli.

Lebih lanjut, saat ditanya alasan kenapa mengusung empat nama tersebut, Yans Abdullah menjelaskan hal itu berdasarkan bahwa mereka berempat telah mendaftar di partai politik.

“Jadi banyak orang Melayu, tokoh Melayu di luar empat ini. Banyak di luar sana sangat berpotensi, tapi syarat untuk mendapatkan perahu itu, untuk menjadi calon wali kota melalui jalur partai politik, harus mendaftar ke partai politik, jadi kami memilih yang mendaftar di partai politik,” ungkapnya.

Namun, sayangnya saat disinggung dari ke empat calon tersebut yang mana lebih diprioritaskan, Ketua panitia Deklarasi Ormas Melayu itu belum bisa berpendapat. “Belum ada yang di prioritaskan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Formad Tengku M Fauzi juga sependapat agar orang Melayu menjadi calon wali kota di Pilkada 2020 mendatang.

“Harapan masyarakat Melayu, agar di Pilkada Kota Medan 2020, salah satu dari calon wali kota, itu terusung dari orang Melayu, yang menjadi harapan masyarakat Melayu di Tanah Deli,” harapannya.

Namun, salah satu bakal calon (balon) yang namanya masuk di rekomendasi Ormas Melayu, Sakhyan Asmara, menjelaskan bersyukur dan berterima kasih. Baginya siapapun dari empat nama itu yang diusung oleh partai politik, harus didukung.

“Saya siap untuk maju dan untuk maju demi kesatuan Masyarakat Melayu menghadapi Pilkada Kota Medan 2020,” tutup Sakhyan.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN