Mulia Syahputra Ajak Pemko Medan Peduli Warga Binaan di Rutan Labuhan

Anggota DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution. (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution, meminta Pemerintah Kota Medan hingga pusat supaya hadir dan peduli terkait kondisi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Labuhan yang saat ini over kapasitas. Hal itu sangat penting guna mengantisipasi yang tidak diinginkan.

“Pemerintah harus hadir untuk memberikan hak-hak para tahanan lebih manusiawi. Kami (Komisi I DPRD Medan, red) siap memfasilitasi untuk kepentingan umum,” ujarnya, Rabu (19/2), menyikapi kondisi rutan dimaksud sebagaimana diketahui, Senin lalu dirinya bersama anggota DPRD Medan yang bergabung di Komisi I membidangi hukum meninjau Rutan tersebut.

Selanjutnya Mulia sangat mengapresiasi kegiatan pihak rutan yang melakukan kegiatan positif yakni melakukan cocok tanam, kerajinan, ketrampilan pangkas, bengkel, doorsmer, dan lainnya terhadap warga binaan.

Apalagi kata Mulia, dengan melakukan pengembangan pembinaan mental dan fsikologis narapidana.

“Tindakan mereka (narapidana) bukan semata penyakit masyarakat tetapi karena persoalan ekonomi yang harus dibina dan diberi kesempatan untuk berubah berbuat lebih baik kemudian hari,” ujar politisi muda Partai Gerindra ini.

Sebagaimana diketahui, jumlah warga binaan Rutan Kelas II B Labuhan yang saat ini over kapasitas mencapai 1.728 orang melewati batas normal 368 orang. Tentu dengan jumlah petugas Rutan yang hanya 204 orang memiliki keterbatasan.

Kepala Rutan Klas II B Labuhan Nimrot Sihotang, mengaku berinovasi bagaimana melakukan revolusi kemasyarakatan di Rutan. Selain menjadikan Rutan sebagai tempat pelayanan, pembinaan dan bimbingan bagi tahanan, saatnya memberdayakan warga binaan.

Namun sebut Nimrot, untuk memberdayakan warga binaan itu tentu mendapat banyak tantangan yang membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya Pemko Medan. Salah satu bentuk pemberdayaan bagi tahan itu, pihaknya telah menyiapkan lahan pertanian. “Kita ciptakan petani baru. Lahan kita siapkan 4 hektar untuk tempat bercocok tanam bagi tahanan,” bebernya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN