Makin Banyak Penumpang yang Terinfeksi, AS, Kanada, Italia, Bakal Jemput Warga di Kapal Pesiar Jepang

Ilustrasi. Sejumlah negara menyiapkan proses evakuasi begitu masa karantina kapal ini berakhir. (AP Photo/Heng Sinith)

TOKYO, Waspada.co.id – Sejumlah negara bersiap menjemput warga negara mereka yang dikarantina di kapal pesiar Diamond Princess akibat virus corona Covid-19. Amerika Serikat (AS), Italia, Kanada sudah menyiapkan pesawat untuk mengangkut warga mereka dari kapal itu.

Selain itu, pemerintah kota Hong Kong juga berencana menyewa penerbangan bagi 330 penduduk kota yang ada di kapal itu.

Pemerintah Jepang mengharuskan para penumpang kapal ini untuk menjalani masa karantina 14 hari di atas kapal. Kebijakan ini diambil setelah seorang yang pernah menumpangi kapal ini teridentifikasi positif corona Covid-19.

Italia mengumumkan kalai mereka ingin segera mengeluarkan 35 warga mereka dari masa karantina di kapal mewah itu. Kanada pun mengumumkan langka serupa.

“Kami akan segera menyusul (melakukan evakuasi),” jelas Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio, Minggu (16/2)

Italia akan melakukan pertemuan pada Senin (17/2) untuk menentukan bagaimana mereka membawa pulang para warga.

Sementar itu pemerintah AS telah memberikan penawaran kepada warga di atas kapal. Mereka punya pilihan untuk meninggalkan kapal dan pulang. Namun, sesampainya di AS mereka harus kembali di karantina selama 14 hari.

Jepang sendiri belum melakukan pengetesan kepada seluruh penumpang kapal. Alasannya, mereka mengalami kekurangan alat pengetesan, fasilitas, dan tenaga kerja.

Sebab tenaga ahli mereka juga dibutuhkan oleh pemerintah untuk melacak bagaimana penyebaran virus ini di daratan. Hingga saat ini, pihak otoritas China masih belum bisa meraba bagaimana pola penyebaran virus ini.

Kapal pesiar Diamond Princess masuk dalam karantina selama 14 hari sejak awal Februari lalu. Hal ini dilakukan setelah seorang penumpang kapal ini ternyata divonis positif terjangkit virus corona Covid-19.

Sebanyak 40 warga AS yang ada di atas kapal dinyatakan positif corona (Covid-19), seperti disebutkan pejabat AS kepada AFP (16/2).

Sementara itu di Jepang sendiri, angka infeksi baru terus bertambah. Saat ini terdapat enam orang yang positif mengidap virus ini. Sebagian besar mereka tinggal di Tokyo. Total setidaknya terdapat 59 kasus yang sudah dikonfirmasi di negara itu.

Saat ini wabah virus corona makin banyak memakan korban. Angka kematian akibat wabah ini naik jadi 1.665 di China daratan, menyusul 142 orang lain yang tewas akibat virus ini. Lebih dari 68.000 orang telah terinfeksi virus ini. (cnn/data2)