KPK Tolak Keberatan Kompol Rossa soal Pemulangannya ke Polri

Jubir KPK Ali Fikri (Foto : Okezone.com/M Rizky)
agregasi

JAKARTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak keberatan Kompol Rossa ihwal pemulangannya ke Mabes Polri. Kompol Rossa merupakan anggota Polri yang sempat ditugaskan untuk memperkuat KPK, namun kemudian dipulangkan ke korps asalnya sebelum masa tugasnya habis.

“Pada prinsipnya berisi bahwa keberatan dari Mas Rossa tersebut tidak dapat diterima karena di sini disebutkan salah alamat,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan pertimbangan penolakan pimpinan, kata Ali, keberatan yang dilayangkan Kompol Rossa salah alamat. Seharusnya, kata Ali, surat keberatan itu ditujukan ke institusi asal Kompol Rossa yakni, Polri.

“Karena Mas Rossa merupakan anggota Polri yang ditugaskan di luar struktur organisasi Polri, maka secara hukum kepegawaian dan pembinaan karirnya masih melekat dan tetap tunduk kepada sistem kepegawaian anggota Polri. Jadi, prinsipnya itu,” ujarnya.

KPK mengaku siap menghadapi langkah gugatan adminsitratif yang akan diambil kembali Kompol Rossa, setelah surat keberatannnya ditolak. KPK menghormati langkah Kompol Rossa jika masih tidak terima dipulangkan ke Polri.

“Berikutnya nanti apa yang akan dilanjutkan atau diteruskan upaya yang dilakukan Mas Rossa tentunya tetap KPK akan menghormati upaya itu karena ini sesuai ketentuan di Pasal 75 UU Administrasi Pemerintahan gitu, ya,” ungkap Ali.

Sebelumnya, pimpinan KPK telah menerima surat keberatan dari Kompol Rossa. Surat keberatan itu terkait pemulangan Kompol Rossa ke institusi asalnya, Polri. Surat keberatan itu diterima KPK pada Jumat, 14 Februari 2020.

Kompol Rossa tidak terima dan keberatan dipulangkan ke Korps Bhayangkara. Ia menilai pengembalian dirinya ke Polri dilakukan secara sepihak oleh KPK. Sebab, masa tugas Kompol Rossa baru habis pada September 2020.

Sebelum dipulangkan ke Polri, Kompol Rossa merupakan salah satu anggota tim yang sempat menangani kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR pergantian antarwaktu (PAW). Kemudian, pemulangannya menjadi polemik.

KPK mengaku pemulangan Kompol Rossa karena diawali adanya surat penarikan dari Polri. Polri kemudian membatalkan penarikan terhadap Kompol Rossa karena masa tugasnya belum habis. KPK keukeuh pada keputusan awal untuk mengembalikan Kompol Rossa ke Polri.