Korupsi Dana Jamkesmas, Direktur dan Bendahara RSU Swadana Diadili

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Melakukan korupsi dana Jamkesmas tahun 2013, terdakwa Plt Direktur RSU Swadana Tarutung, Hendri Firmaranto (51) dan Bendahara, Bahtiar Sagala (49) duduk di bangku pesakitan Pengadilan Negeri Medan untuk diadili.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juanda Roni Hutauruk, menuturkan bahwa RSU Swadana Tarutung pada tahun 2013 mendapatkan dana Jamkesmas yang bersumber dari APBN senilai Rp6.212.742.363. Bahwa sumber dana operasional RSU Swadana Tarutung Tahun Anggaran (TA) 2013 berasal dari dana umum, Askes dan Jamkesmas.

“Dana operasional itu berupa makan dan minum pasien, obat-obatan, Bahan Habis Pakai (BHP) medis dan non medis (ATK), listrik, air serta sebagainya,” ujar JPU di hadapan majelis hakim diketuai oleh Mian Munthe di Ruang Kartika, Kamis (6/2).

Jaksa menjelaskan, pada Tahun 2013, terdapat penerimaan dana Jamkesmas yang masuk ke rekening Bendahara Penerima dan diserahkan kepada Bahtiar Sagala sebesar Rp 6.179.010.000. oleh Bahtiar Sagala, dana Jamkesmas tersebut dipertanggungjawabkan untuk pembayaran BHP kepada PT Sinar Roda Utama senilai Rp499.912.841.

“Dari 15 bukti pertanggungjawaban penggunaan dana Jamkesmas untuk pembayaran BHP kepada PT Sinar Roda Utama, terdapat 6 bukti pengeluaran yang tidak benar (fiktif/tidak dapat dipertanggungjawabkan) dengan jumlah Rp216.939.144,” ucap Juanda.

Akibat perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa, kata Juanda, berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, negara mengalami kerugian senilai Rp216.939.144.

“Perbuatan kedua terdakwa di atur dan di ancam dalam Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” tutup Jaksa.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN