Kasus Tagih Utang Lewat Sosmed, Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

WOL Photo/Ryan

MEDAN, Waspada.co.id – Majelis hakim diketuai Sri Wahyuni menolak eksepsi Febi Nur Amelia, terdakwa kasus tagih utang Rp70 juta terhadap korban Hj. Fitriani Manurung lewat Instagram.

“Eksepsi tidak dapat diterima, memerintahkan kepada jaksa melanjutkan persidangan ini,” ujar Sri Wahyuni dalam sidang putusan sela yang berlangsung di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/2).

Hakim memutuskan, melanjutkan sidang kasus tagih utang lewat Instagram tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi pada Selasa pekan depan.
“Persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” tutur hakim.

Pada persidangan sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan, menanggapi atas eksepsi yang diajukan terdakwa Febi Nur Amelia. Randy menyebutkan, surat dakwaan JPU telah memenuhi Pasal 143 ayat 3 huruf b KUHAP.

Kemudian, menyatakan keberatan oleh penasehat hukum terdakwa ditolak karena tidak sesuai dengan Pasal 150 ayat 1 KUHAP dan tidak berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dalam kasus ini, Febi didakwa melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008.

Febi diadili lantaran curhat soal utang di akun Instagramnya. Ia memposting kalimat di instastory yang isinya meminta kejelasan uang sebesar Rp70 juta yang dipinjam korban Fitriani Manurung yang tak kunjung dikembalikan.

Namun, Fitriani yang meminjam uang ke Febi, melaporkannya ke polisi lantaran, isi postingan instagramnya dianggap mencemarkan nama baik korban dan melanggar UU ITE. Febi memposting kalimat itu di Instagram, bermaksud untuk menagih hutangnya ke Fitriani Manurung sebesar Rp70 juta yang belum dibayar sejak 12 Desember 2016. (wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN