Kasus Suap PAW DPR RI, Ketua KPU Arief Budiman Dipanggil KPK

Gedung KPK. (Foto: Okezone)
agregasi

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait penetapan Anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW) fraksi PDI Perjuangan. Sejalan dengan pengusutan itu, KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

Ketiga saksi yang dijadwalkan diperiksa itu yakni, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman; Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik; serta Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Riezky Aprilia.

“Ada tiga saksi yang diperiksa hari ini, Pak Arief, Bu Evi, dan Bu Riezky,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2020).

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik terhadap tiga saksi tersebut. Ketiga saksi tersebut diketahui sudah pernah diperiksa sebelumnya di kasus ini untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WS), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Saat ini, KPK baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sedangkan Harun Masiku, masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan dan mencegahnya untuk bepergian ke luar negeri.