Kapolres Tanjungbalai Bantu Anak Penderita Tumor Wajah

TANJUNGBALAI, Waspada.co.id – Herman dan Dede Armita sejenak terperangah saat sekelompok orang berpakaian polisi memasuki rumah mereka.

Pasangan suami istri ini tak menyangka yang datang adalah Kapolres Tanjungbalai bersama dengan para pejabat utama dan kepala lingkungan setempat, Selasa, (4/2).

Pagi beranjak siang, pasangan dikarunia tiga anak ini, saat itu sedang merawat anak kedua mereka, Muhammad Al Wahdi (6), yang terbaring sakit akibat derita tumor di rongga mulut. Wahdi hanya bisa duduk di atas kasur dengan wajah sebelah kanannya membengkak.

Pembengkakan mempengaruhi pola makannya. Dia hanya bisa menelan makanan Gusinya membengkak.

Sembari menahan rasa sakit, Wahdi kini hanya memiliki semangat seorang anak seusianya yang ingin sekedar bermain. Apa daya, kemampuannya hanya bisa duduk. Wahdi tak bisa berdiri karena testisnya membengkak. Mungkin pengaruh penyakit yang dideritanya.

“Dia sering mengusili saya, mencari perhatian agar selalu dekat bersamanya,” kata Herman.

“Bapak yang sabar. Tetap semangat. Jangan lupa berdoa. Semoga anak kita ini sehat, ya.” kata Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, membalas cerita tersebut.

Kapolres sendiri mendapat kabar Wahdi menderita tumor dari bawahannya, Bhabinkamtibnas Polsek Datuk Bandar. Ramai juga kondisi sakit tersebut diperbincangkan di media sosial, Facebook.

“Saya akan berkordinasi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara di Medan, agar anak ini mendapat perawatan maksimal. Biar cepat sembuh,” ujar Putu Yudha memberikan harapan kepada Herman dan Armita.

Putu juga tak lupa memberikan bekal yang sudah disiapkan. Bekal ini berupa sembako, vitamin, dan uang tali asih untuk meringankan beban keluarga ini.

Memang, keluarga ini sudah berupaya keras membantu kesembuhan anaknya. Bahkan, Herman sudah membawa Wahdi ke RSU Haji Adam Malik Medan, sekitar 3 minggu lalu. Di rumah sakit ini, Herman tidak sabar. Dia hanya mendapat kabar kalau anaknya didiagnosa menderita tumor pada rongga mulut. Selebihnya hanya menunggu harapan tak pasti atas penanganan medis terhadap anaknya.

Atas anjuran keluarga dan keinginan hati, mereka nemutuskan membawa pulang Wahdi dan melakukan pengobatan alternatif.

Penduduk Gang Asparagas, Jalan Anwar Idris, Kelurahan Bunga Tanjung, Kedapatan Datuk Bandar Timur, Tanjungbalai ini, kini hanya berikhtiar dengan segala upaya semampunya. Maklum, Herman hanya pemilik warung kopi sederhana dengan penghasilan pas – pasan.

Herman memiliki niat besar untuk kesembuhan anaknya. Dia tidak mau meminta – minta, namun juga tidak menolak orang yang memberikan bantuan kepada keluarganya.

“Banyak orang membantu saya tanpa saya minta. Saya juga sangat berterima kasih yang sebesar – besarnya atas bantuan yang diberikan kepada saya, termasuk bantuan dari Pak Kapolres. Terima kasih, pak,” ucap Herman lirih sambil memegang pemberian santunan tersebut.

Dia sangat berharap, kordinasi yang dilakukan Kapolres Tanjungbalai kepada pihak RS Bhayangkara berjalan lancar agar anaknya dapat dirawat dengan baik dan profesional. Termasuk kini, harapannya kepada BPJS yang sedang dalam proses registrasi.(wol/lvz/her/data3)

Editor: SASTROY BANGUN