Kama Hotel Diduga Mengemplang Pajak dan Tak Kantongi Izin Operasional

Anggota Komisi III DPRD Medan, Siti Suciati.

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi III DPRD Medan, Siti Suciati, mengaku heran dengan sikap manajemen Kama Hotel. Pasalnya hotel yang beroperasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 97, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat ini tidak ada menunjukkan itikad baiknya.

Uci sapaan akrabnya menjelaskan, pada tanggal 8 Januari 2020 lalu Komisi III DPRD Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah hotel yang beroperasi di Kota Medan, tak terlepas dengan Kama Hotel untuk melihat dan mengetahui apakah semua usaha pariwisata dan hiburan yang didatangi tersebut mengantongi izin dan taat pajak.

“Yang kita temukan malah manajemen Kama Hotel tidak bisa menunjukkan berkas-berkas apa saja yang kita minta dengan berbagai alasan. Jadi, kita panggillah Senin (10/2) kemarin untuk dimintai keterangan dalam RDP (rapat dengar pendapat). Tapi apa, lagi-lagi mereka tidak menunjukkan itikad baik. Undangan yang kita layangkan sampai dengan hari ini tidak digubris mereka,” kesalnya, Selasa (11/2).

Uci menambahkan, menurutnya Kama Hotel tidak memiliki izin operasional dari dinas terkait. Sehingga menjadi alasan kuat pihak manajemen tidak menghadiri undangan yang ditujukan kepada mereka.

“Kebetulan kemarin kami ada pertemuan dengan Dinas Pariwisata. Dari data yang diberikan dinas ke kami, terbukti jelas bahwa Kama Hotel beroperasi tanpa izin. Dan pas kami tanya kenapa bisa tetap beroperasi meskipun tanpa izin, malah orang Dinas Pariwisatanya senyum. Kan aneh?,” ucapnya mempertanyakan.

Uci mengaku heran dengan Pemko Medan, kenapa hotel yang begitu megah bisa berdiri di tengah kota tanpa mengantongi izin dan diduga tidak taat pajak.

“Cobalah kita pikirkan bersama, kemana limbah hotel itu dibuang? Apa Kama Hotel sudah mengantongi izin pengolahan limbah? Di belakang hotel itu banyak bangunan rumah penduduk atau Pajak Ikan Lama lo. Belum lagi dekat situs budaya Cong Afie,” ketusnya.

“Kita akan surati lagi pihak Kama Hotel sampai kita tahu, apakah hotel ini benar-benar mematuhi aturan yang berlaku di Kota Medan,” pungkasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN